comscore

Kortas Tipikor Diharapkan Bisa Menindak Anggota Polri

Siti Yona Hukmana - 15 Desember 2021 11:45 WIB
Kortas Tipikor Diharapkan Bisa Menindak Anggota Polri
44 eks pegawai KPK dilantik jadi ASN Polri. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) menampung mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai aparatur sipil negara (ASN) Polri. Kortas Tipikor diharapkan tidak hanya menitikberatkan pada aspek penindakan eksternal.

"Namun, akan jauh lebih baik jika nomenklatur baru itu bisa dimaksimalkan untuk pembenahan internal Polri itu sendiri," kata Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana kepada Medcom.id, Rabu, 15 Desember 2021.
Kurnia meyakini mantan pegawai KPK bisa berkontribusi besar memberantas korupsi melalui Polri di Tanah Air. Walau hanya ditempatkan pada Divisi Pencegahan.

"Itu bisa tercapai dengan syarat Kapolri dapat menindaklanjuti rekomendasi pencegahan yang diberikan oleh mantan Pegawai KPK," ujar Kurnia.

ICW memandang penegakan hukum tidak mungkin berjalan efektif apabila penegak hukum masih melanggengkan praktik korupsi. Kurnia menegaskan pemberantasan korupsi harus dimulai dari internal penegak hukum.

"Analogi 'ikan busuk' yang sering digembar-gemborkan Kapolri sampai saat ini baru sebatas penindakan terhadap tindak kekerasan aparat Polri," ucap dia.

Baca: Kortas Tipikor Berpotensi Diperluas ke Daerah

Kurnia mempertanyakan keberanian Tri Brata (TB) 1 mencopot kapolres, kapolda, atau pejabat utama Polri apabila terlibat praktik korupsi. Dia juga mempertanyakan keberanian Kapolri memberikan sanksi administratif terhadap kapolda yang tidak patuh membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Bahkan menginvestigasi harta kekayaan seluruh pejabat Polri? Jika itu bisa dan berani dilakukan, niscaya Polri akan berkontribusi besar terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Kurnia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melantik 44 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri pada Kamis, 9 Desember 2021. Ke-44 orang itu menjalani orientasi di Pusat Pendidikan dan Administrasi (Pusdikmin), Bandung, Jawa Barat hingga 23 Desember 2021.

Mereka mulai bertugas pada awal Januari 2022. Beberapa orang di antaranya yang memiliki kompetensi di bidang pemberantasan korupsi akan ditempatkan pada Kortas Tipikor.

Kapolri membentuk Kortas Tipikor menggantikan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri untuk memperluas organisasi. Nantinya bakal ada divisi penindakan, penyelidikan, pencegahan, dan kerja sama.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id