comscore

Tenaga Ahli Kemendag Ditahan Terkait Korupsi Impor Baja

Tri Subarkah - 20 Mei 2022 05:47 WIB
Tenaga Ahli Kemendag Ditahan Terkait Korupsi Impor Baja
Tenaga Ahli Kemendag Tahan Banurea ditahan Kejagung. Foto: MI/Tri Subarkah
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Tahan Banurea (TB) sebagai tersangka korupsi impor baja dan besi, baja paduan dan produk turunannya pada 2016 sampai 2021. Tahan merupakan Analis Perdagangan Ahli Muda pada Direktorat Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Tahan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Kamis, 19 Mei 2022. Ia baru keluar dari Gedung Bundar sambil mengenakan rompi merah jambu sekitar pukul 22.55 WIB. 
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi menyebut Tahan menjadi tersangka atas perannya saat menjabat sebagai Kepala sub Bagian Tata Usaha pada 2017-2018 dan Kasi Barang Aneka Industri di direktorat yang sama pada Kemendag.

"Perannya terkait dengan penerbitan sujel (surat penjelasan), registrasi surat masuk dan keluar yang berhubungan dengan permohonan," ujar Supardi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Kamis malam, 19 Mei 2022.

Baca: Kejagung Selisik Korupsi Impor Baja Lewat Tenaga Ahli Kemendag

Tahan juga disebut berperan dalam memproses draf persetujuan impor baja dan besi, baja paduan, dan turunannya, yang diajukan para importir. Menurut Supardi, Tahan menerima imbalan beberapa puluh juta atas pengurusan surat penjelasan dari seseorang berinisial T.

"Kami nilai ini sebagai suatu perbuatan pidana," kata Supardi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menyebut T adalah inisial Taufiq. Ketut tidak menjelaskan lebih lanjut jabatan dari Taufiq tersebut. Adapun imbalan yang diterima Tahan dari Taufiq senilai Rp50 juta.

Penyidik menahan Tahan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Ia disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 5 atau pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor.

Tahan disinyalir bukan satu-satunya orang yang menjadi tersangka dalam perkara tersebut. Tahan merupakan anak buah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana yang sebelumnya ditetapkan tersangka dalam perkara korupsi pemberian persetujuan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng.

Jampidsus Febrie Adriansyah membuka peluang Indrasari menjadi tersangka lagi di perkara korupsi besi baja. "Bisa jadi tersangka lagi dia (Indrasari) itu. Kita lagi dalami itu," ujar Febrie, Jumat, 22 April 2022.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id