KPK Kantongi Ciri-ciri Pemeras Eks Bupati Kuansing

    Candra Yuri Nuralam - 15 September 2021 10:13 WIB
    KPK Kantongi Ciri-ciri Pemeras Eks Bupati Kuansing
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI



    Jakarta: Orang yang mengaku dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut dalam dakwaan kasus rasuah mantan Bupati Kuantan Singgih (Kuansing) Mursini. Orang dari Lembaga Antikorupsi itu disebut menerima dana terkait kasus rasuah sebesar Rp650 juta.

    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri menggandeng Kejaksaan Tinggi Riau mencari orang itu. KPK mengetahui ciri-ciri orang tersebut.

     



    "KPK baru memperoleh informasi mengenai ciri fisik oknum dimaksud yang masih bersifat umum dan abstrak. Bahkan dari keterangan para saksi pun, belum diketahui nama dari orang yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut," kata Ali melalui keterangan tertulis, Rabu, 15 September 2021.

    Ali mengatakan pihaknya masih minim informasi tentang orang tersebut. Namun, pencarian orang itu terus dilakukan KPK.

    "KPK juga telah meminta kepada Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk bisa mengikuti sidang pemeriksaan terdakwa Mursini yang akan digelar pada beberapa pekan ke depan secara daring," ujar Ali.

    KPK menegaskan serius mencari orang yang memeras Mursini. Komisi Antirasuah sampai memeriksa beberapa pegawainya sendiri.

    "Termasuk pengecekan perjalanan dinas pegawai ke wilayah Riau, Pangkal Pinang, dan sekitarnya pada rentang waktu 2016-2017 sebagaimana peristiwa itu terjadi," tegas Ali.

    Baca: Ajudan Lili Pintauli Mengaku Tidak Kenal Tersangka Suap di Tanjungbalai

    KPK tidak akan memberi ampun jika ada pegawainya yang memeras. Hukuman akan terus dilakukan meski kasus itu sudah lama.

    "Kami berharap, pihak terdakwa bisa membantu KPK untuk mengungkap secara terang mengenai kronologi, positioning oknum dalam perkara ini, dan tentu ciri-ciri fisik yang lebih spesifik," ucap Ali.

    KPK juga meminta masyarakat untuk berhati-hati. Lembaga Antikorupsi tidak pernah menghalalkan penerimaan uang ke pegawainya. Apalagi, kepada orang berperkara.

    "Hal ini sudah kerap terjadi dan banyak memakan korban. KPK dan penegak hukum lainnya pun telah beberapa kali menangkap para pelakunya," kata Ali.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id