comscore

Polri Pastikan Tak Cabut Kasus Penganiayaan M Kece

Siti Yona Hukmana - 09 Oktober 2021 03:31 WIB
Polri Pastikan Tak Cabut Kasus Penganiayaan M Kece
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (kanan). Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Polri memastikan tidak mencabut laporan kasus penganiayaan Muhammad Kosman alias M Kece yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. Sebab, Polri tidak menerima surat pencabutan laporan dari M Kece. 

"Sampai saat ini penyidik tidak menerima pencabutan laporan. Sehingga kasusnya masih terus diproses oleh penyidik," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri Jakarta Selatan, Jumat, 8 Oktober 2021. 
Polri hanya menerima surat permintaan maaf M Kece terhadap Napoleon. Alasan permintaan maaf tengah didalami penyidik.  

"Ini perlu didalami lagi karena mungkin situasi psikis yang bersangkutan mungkin saja bisa terjadi seperti itu," ujar Rusdi. 

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan M Kece meminta maaf karena takut dianiaya lagi oleh Napoleon. Rusdi tidak memungkiri alasan itu. 

"Kemungkinan itu bisa (takut dianiaya lagi)," ujar jenderal bintang satu itu. 

Napoleon mengeroyok M Kece di dalam kamar selnya Rutan Bareskrim Polri pada Kamis dini hari, 26 Agustus 2021. Wajah dan badan M Kece dilumuri kotoran manusia hingga dipukul.

Baca: Polri Minta Irjen Napoleon Dipindah ke Lapas Cipinang

Keesokan harinya pukul 15.00 WIB, Irjen Napoleon kembali menganiaya M Kece seorang diri. Motif pengeroyokan dan penganiayaan itu karena tidak terima agama Islam dihina.

Polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus penganiayaan M Kece. Terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buron Djoko Tjandra, Napoleon, tahanan kasus uang palsu, DH; narapidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), DW; narapidana kasus penipuan dan penggelapan, H alias C alias RT; dan narapidana kasus perlindungan konsumen, HP.

Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Dengan ancaman lima tahun enam bulan penjara.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id