Penyuap Bupati Bengkayang Divonis 1,5 Tahun Penjara

    Media Indonesia - 02 Maret 2020 23:44 WIB
    Penyuap Bupati Bengkayang Divonis 1,5 Tahun Penjara
    Tersangka kasus suap proyek di Pemkab Bengkayang, Nelly Margaretha, keluar usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Foto: MI/Adam Dwi
    Jakarta: Pengusaha Nelly Margaretha divonis 1,5 tahun penjara. Dia terseret kasus suap Bupati nonaktif Bengkayang, Kalimantan Barat, Suryadman Gidot. 

    Perempuan yang sedang mengandung delapan bulan itu menyuap dengan mentransfer Rp60 juta ke staf honorer Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkayang, Fitri Julihardi. Dia ingin mendapatkan paket pekerjaan pengadaan langsung (PL) di Dinas PUPR.

    "Menyatakan terdakwa Nelly Margaretha telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata hakim ketua Parnaehan Silitonga saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 2 Maret 2020.

    Selain itu, hakim menjatuhkan hukuman denda Rp50 juta atau subsider dua bulan kurungan penjara. Dalam menjatuhkan hukuman, hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas korupsi.

    "Sementara, hal yang meringankan ialah terdakwa berlaku sopan, belum pernah dihukum, dan dalam keadaan hamil 8 bulan," ujar Hakim.

    Kasus ini berawal ketika Suryadman meminta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, Aleksius, dan Kepala Dinas Pendidikan Agustinus Yan menyiapkan uang masing-masing Rp500 juta paling lambat Selasa, 3 September 2019. Uang itu dikumpulkan dengan menawarkan paket proyek untuk pengusaha. 

    Dengan cara ini, uang dapat dikumpulkan dari kontraktor atau pengusaha. Aleksius kemudian menghubungi beberapa pengusaha untuk menawarkan paket PL Dinas PUPR tahun anggaran 2019 dengan kompensasi 10 persen dari nilai paket pekerjaan.   

    Penyuap Bupati Bengkayang Divonis 1,5 Tahun Penjara
    Pengusaha Nelly Margaretha meninggalkan ruangan usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. Foto: MI/Pius Erlangga

    Baca: Empat Tersangka Suap Pemkab Bengkayang segera Diadili

    Pada Minggu, 1 September 2019, Nelly ditawari paket pekerjaan dengan memberikan uang di muka. Nelly menerima penawaran itu hingga mengambil tiga paket pekerjaan. Dia bersedia memberikan uang sebesar Rp60 juta kepada Suryadman melalui Fitri.

    Nelly secara sah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id