Penumpasan MIT Tak Bisa Cuma Mengandalkan Aparat Keamanan

    Anggi Tondi Martaon - 15 Mei 2021 11:15 WIB
    Penumpasan MIT Tak Bisa Cuma Mengandalkan Aparat Keamanan
    Ilustrasi teroris. Medcom.id



    Jakarta: Berbagai upaya mesti dilakukan untuk menumpas Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Di antaranya, kolaborasi seluruh pihak.

    "Untuk melemahkan kekuatan pendukung MIT tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat keamanan," kata pengamat intelijen dan teroris dari Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Mei 2021.

     



    Pihak-pihak yang mesti berperan, yaitu Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Stanislaus menyebut kekuatan MTI bisa bertahan karena didukung berbagai aspek.

    Pertama, perekrutan dari berbagai wilayah Indonesia. Hal itu terbukti dari sejumlah kombatan yang berasal dari berbagai daerah, yakni, Ambon, Banten, Bima, dan Poso.

    "Ini membuktikan bahwa MIT menjadi entitas penting bagi kelompok radikal teroris yang berafiliasi dengan ISIS di Indonesia," tutur dia.

    Kedua, dukungan logistik dan dana. Stanislaus mengatakan dukungan tak hanya bersumber dari dalam negeri. MIT juga diduga mendapat bantuan dana dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

    (Baca: Teror MIT Poso, Warga Desa Kalimago Diminta Tenang dan Waspada)

    Namun, dukungan dana dan logistik dari luar dinilai sudah melemah. Sebab, eksistensi ISIS di Timur Tengah melemah.

    Ketiga, simpati dari sejumlah masyarakat, terutama di Poso. Hal itu dapat dilihat saat pemakaman dua anggota MIT yang tewas tertembak aparat keamanan.

    Banyak masyarakat mengelu-elukan jenazah seolah seperti pahlawan. Dia mengatakan hal ini membuktikan keberadaan MIT mendapat dukungan masyarakat.  

    "Simpatisan MIT tersebut selain memberikan dukungan moril, juga memberikan dukungan logistik, bahkan diduga juga memberikan bantuan berupa tempat persembunyian," ujar dia.

    Stanislaus menilai aspek ketiga ini cukup sulit diredam. Sebab, mesti dilakukan pemetaan secara detail. Upaya pendekatan juga harus terus dilakukan untuk mengalahkan pengaruh ideologi, daya tarik, dan tekanan MIT.

    Dia menegaskan ketiga aspek itu harus segera ditanggulangi. Sebab, upaya menumpas MIT dengan hanya fokus pada kombatan bakal sia-sia.

    MIT kembali menjadi sorotan. Kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS itu membunuh empat petani di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa, 11 Mei 2021.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id