Fara Luwia Tuntut Ganti Rugi Rp939 M

    Yogi Bayu Aji - 06 Mei 2021 22:58 WIB
    Fara Luwia Tuntut Ganti Rugi Rp939 M
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Mediasi gugatan pendiri PT Lumbung Padi Indonesia (LPI) Fara Luwia terhadap dua anak usaha Wilmar Group belum mencapai titik temu. Perwakilan dari tergugat tidak memiliki kapasitas mengambil keputusan terkait tuntutan ganti rugi Rp939 miliar Fara Luwia.

    Fara hadir langsung dalam mediasi. Sementara itu, tergugat diwakili Direktur PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI) dan PT Natura Wahana Gemilang (NWG) Erick Tjia serta Direktur PT LPI Saronto Soebagio.

     



    Dalam mediasi, Erick maupun Saronto belum dapat mengambil keputusan apa pun terkait tuntutan Fara. Keduanya tidak mengetahui langsung duduk perkara gugatan pengambilalihan saham PT LPI.

    “Semestinya, proses mediasi hari ini dapat segera memberikan hasil yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak, yakni klien kami Ibu Fara Luwia dan pihak Wilmar Group,” tegas kuasa hukum Fara, Melky Pranata Koedoeboen, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 6 Mei 2021.

    Baca: Lakukan KDRT, Hakim Diusulkan Tak Boleh Ketok Palu Selama 2 Tahun

    Melky menegaskan seharusnya tergugat dapat menghadirkan prinsipal (decision maker) dan pemegang kendali dari Wilmar Group, Darwin Indigo. Dia dianggap paling mengetahui perkara tersebut.

    “Untuk diketahui kerugian yang dialami oleh klien kami nilainya kurang lebih sebesar Rp939 miliar dan hal tersebut hanya dapat diselesaikan oleh Darwin Indigo," ujar dia.

    Pada proses mediasi, hakim mediator mengusulkan penggugat membuat reparasi (perbaikan). Setelah itu, reparasi akan ditawarkan kepada tergugat saat sidang mediasi, Senin, 17 Mei 2021.

    Kuasa hukum PT SNI dan PT LPI, Oberlin Situmeang, menyatakan akan menunggu proposal reparasi dari penggugat. Sambil menunggu sidang berikutnya, pihaknya akan berkonsolidasi dengan manajemen untuk menyiapkan langkah tepat saat menerima proposal reparasi.

    "Kita komunikasikan dulu semuanya dengan manajemen sambil menunggu 17 Mei," ujar Oberlin.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id