Jalan Panjang Pengusutan Kebakaran Kejagung

    Siti Yona Hukmana - 24 Oktober 2020 10:05 WIB
    Jalan Panjang Pengusutan Kebakaran Kejagung
    Gedung Kejaksaan Agung pasca terbakar. MI/Susanto.
    Jakarta: Kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) diungkap dua bulan setelah kejadian pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Kepolisian mengakui penyelidikan dan penyidikan kasus ini panjang dan memakan waktu hingga penetapan 8 tersangka.

    "Sejak itu (kejadian) sudah kita lakukan sampai hari ini 63 kali proses lidik dan sidik," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2020

    Penyelidikan dan penyidikan itu melibatkan Dittipidum Bareskrim Polri, Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan. Pada hari ke-30 setelah kejadian, penyidik gabungan menaikkan status perkara kebakaran dari penyelidikan ke penyidikan.

    "Karena dugaan ada tindak pidana," ujar jenderal bintang satu itu.

    Tindak pidana tersebut menggunakan Pasal 187 KUHP terkait pembakaran dengan sengaja atau Pasal 188 KUHP terkait kealpaan yang menyebabkan kebakaran. Dia menyebut dua pasal menjadi alternatif karena penyidik berusaha memastikan kebakaran ini disengaja atau tidak.


    Penyidikan dimulai

    Penyidikan dimulai dari analisa bukti permulaan di tempat kejadian perkara (TKP). Tim delapan kali mengolah TKP dan memeriksan puluhan saksi.

    "Barang bukti yang kita kumpulkan kita olah dengan Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Kapuslabfor Brigjen Ahmad Hadyar) dan ahli yang kita libatkan," ungkap Ferdy.

    Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, diketahui kebakaran bukan disebabkan hubungan arus pendek (korsleting). Sumber kebakaran berasal open flame atau api menyala terbuka.
     

    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id