Jalan Panjang Pengusutan Kebakaran Kejagung

    Siti Yona Hukmana - 24 Oktober 2020 10:05 WIB
    Jalan Panjang Pengusutan Kebakaran Kejagung
    Gedung Kejaksaan Agung pasca terbakar. MI/Susanto.

    Ahli menyebutkan api menyala terbuka bisa terjadi karena bara api atau akibat disulut. Hasil penyidikan berikutnya diketahui bahwa asal mula api berada di Aula Biro Kepegewaian lantai 6.

    Fakta itu didapat dari hasil pemeriksaan saksi yang pertama kali melihat api, saksi yang pertama kali memadamkan api, dan saksi yang ada saat kebakaran. "Ada 64 saksi yang kita periksa dalam proses penyidikan ini. Kita simpulkan asal api dari lantai 6," ujar Ferdy.

    Penyidik memeriksa saksi Ahli Kebakaran dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero. Saksi ahli itu menggunakan satelit untuk mengetahui titik awal api. Satelit tersebut biasa digunakan untuk mengecek kebakaran lahan.

    "Karena banyak spekulasi di luar bahwa titik api ini banyak. Sehingga kita harus menggunakan teknologi untuk menentukan apakah benar banyak titik api. Ternyata hasil satelit ini hanya ada satu titik api, yaitu di lantai 6," terang Ferdy.

    Baca: Titik Api Kebakaran Kejagung Dicari Menggunakan Satelit

    Dari pemeriksaan 64 saksi, diketahui ada lima tukang yang bekerja di Aula Biro Kepegawaian lantai 6. Lima tukang itu melakukan aktivitas yang tidak boleh dilakukan saat bekerja.

    "Yaitu mereka merokok di ruangan tempat bekerja, dimana pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki bahan-bahan yang mudah terbakar seperti tiner, lem Aibon, dan (bahan kimia) lainnya," ungkap Ferdy.


    Tersangka ditetapkan

    Dari hasil temua, penyidik menyimpulkan kebakaran terjadi karena kelalaian dari lima tukang yang bekerja di Aula Biro Kepegawaian lantai 6 tersebut. Penyidik kemudian mencari tahu penyebab api yang menyala terbuka dari bara rokok tersebut.

    Penyidikan dilanjutkan dengan olah TKP bersama Puslabfor Polri. Polisi menemukan alat pembersih yang tidak sesuai dengan ketentuan.

    "Dimana ada minyak lobi yang biasa digunakan cleaning service di setiap gedung, di setiap lantai, untuk melakukan pembersihan," ucap Ferdy.

    Baca: Polisi Tak Temukan Motif Kesengajaan di Kebakaran Kejagung

    Minyak lobi itu mengandung solar dan tiner. Setelah diselisik. Setelah ditelusuri petugas menemukan minyak pembersih itu bermerek Top Cleaner yang dilarang digunakan. Pembersih merek ini juga tidak memiliki izin edar.

    "Sebanyak 10 ahli kita periksa untuk memperkuat analisa pendapat dari penyidik dan kami tetapkan delapan tersangka atas kebakaran Kejagung," katanya.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id