Terancam Sanksi Pemberhentian, Ridwan Kamil: Keputusan Harus Adil

    Cindy - 20 November 2020 19:47 WIB
    Terancam Sanksi Pemberhentian, Ridwan Kamil: Keputusan Harus Adil
    Gubernur Jawa Barat Ridwan 'Emil' Kamil tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 20 November 2020. Istimewa
    Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Mendagri terkait protokol kesehatan. Kepala daerah yang melanggar terancam sanksi berat berupa pemberhentian.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Emil menyerahkan keputusan tersebut pada aturan yang berlaku. Emil tengah diperiksa terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

    "Pada dasarnya semua jabatan ini ada risikonya, tapi harus berasaskan adil," kata Emil di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 20 November 2020.

    Emil menyebut pemberhentian kepala daerah biasanya terjadi bila kepala daerah melakukan tindakan tercela. Dia menilai kerumunan massa merupakan dinamika yang datang dari masyarakat. Sehingga, keputusan pemberhentian perlu ditimbang secara matang.

    "Walaupun, bagi saya secara pribadi, yang namanya jabatan itu kan hanya sementara ya bukan segalanya," ucap Emil.  

    (Baca: 5 Positif Covid-19, Pemkot Bogor dan Panitia Acara Rizieq Bakal Dapat Sanksi)

    Emil menyebut jabatan hanya titipan. Allah memberikan kekuasaan dan Allah juga suatu hari mencabut kekuasaan itu. Dia mengaku siap dan akan mengikuti segala prosedur yang ada.

    Mendagri mengeluarkan Instruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Instruksi menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terkait penegakan protokol kesehatan.
     
    "Diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, dan terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyikapi kebijakan yang telah terbit untuk ditaati guna mencegah penyebaran covid-19 di daerah, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," dikutip dari Isntruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020, Kamis, 19 November 2020.
     
    Surat yang dikeluarkan pada Rabu, 18 November 2020 itu ditujukan kepada gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia. Surat menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet, 16 November 2020. Salah satu instruksi Jokowi yakni konsistensi menegakkan protokol kesehatan covid-19 dan mengutamakan keselamatan rakyat.  

    Rizieq Shihab memberikan ceramah di salah satu masjid di Megamendung, Bogor. Ratusan massa datang berujung kerumunan. Kejadian tersebut diduga melanggar protokol kesehatan.  

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id