Terpopuler Nasional, Pelanggaran HAM Penembakan Pengawal Rizieq Hingga Fadli Zon Dilaporkan Polisi

    Renatha Swasty - 09 Januari 2021 08:09 WIB
    Terpopuler Nasional, Pelanggaran HAM Penembakan Pengawal Rizieq Hingga Fadli Zon Dilaporkan Polisi
    Ilustrasi senjata. Medcom.id
    Jakarta: Penyelidikan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) terkait penembakan pengawal pentolan eks Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menarik perhatian pembaca Medcom.id sepanjang Jumat, 8 Januari. Sejumlah fakta ditemukan.

    Berita soal temuan Komnas HAM terkait kepemilikan senjata anggota pengawal Rizieq paling banyak dibaca di kanal Nasional. Penyelidikan menemukan proyektil di lokasi baku tembak identik dengan senjata yang diduga dipakai pengawal Rizieq.

    Temuan soal pelanggaran HAM dalam tewasnya pengawal Rizieq juga menarik perhatian pembaca Medcom.id sepanjang kemarin. Komnas HAM menyebut ada dua peristiwa penembakan yang menewaskan enam anggota pengawal Rizieq.

    Persitiwa pertama, dua orang meninggal karena terlibat baku tembak dengan petugas kepolisian. Peristiwa kedua, empat pengawal meninggal lantaran didor polisi di dalam mobil.
     
    Berita soal anggota Komisi I DPR Fadli Zon dilaporkan ke Bareskrim Polri juga paling membuat pembaca penasaran. Fadli dilaporkan lantaran menyukai postingan berbau porno di media sosial Twitter.

    Politikus Gerindra itu dinilai ikut mendistribusikan video porno. Fadli dinilai bertanggung jawab atas media sosialnya, apalagi dia berstatus figur publik.

    Berikut rangkuman berita terpopuler:

    1. Komnas HAM Sebut 6 Laskar Khusus Pengawal Rizieq Miliki Senpi

    Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan pihaknya menguji senjata petugas dan senjata non-pabrikan atau rakitan yang diduga digunakan oleh FPI. Ada tujuh barang bukti yang diduga bagian dari proyektil peluru ditemukan Komnas HAM di tempat kejadian perkara (TKP).
     
    "Didapati bahwa dua barang bukti bukan bagian dari proyektil dan lima barang bukti merupakan bagian dari proyektil. Dari lima proyektil tersebut, dua identik dengan senjata non-rakitan, satu dari rakitan gagang coklat dan satu tidak bisa diidentifikasi dari senjata rakitan yang mana," kata Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.

    Senjata rakitan gagang coklat itu sebelumnya disebut diduga milik FPI. Polisi sempat menyita senjata api rakitan gagang coklat tersebut.
     
    Sementara itu, tiga proyektil lainnya, kata Anam, jenis senjatanya tidak bisa teridentifikasi. Sebab, proyektil telah terjadi kondisi perubahan yang besar atau deformasi dan dua bukan bagian dari anak peluru.

    Baca selengkapnya di sini

    2. Komnas HAM: Penembakan 4 Pengikut Rizieq Melanggar HAM

    Komnas HAM menyebut penembakan enam pengawal Rizieq Shihab di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek melanggar HAM. Sebab, ada dua peristiwa yang menyebabkan enam pengawal Rizieq tewas.
     
    Persitiwa pertama, dua orang meninggal karena terlibat baku tembak dengan petugas kepolisian. Peristiwa kedua, empat pengawal yang meninggal di dor polisi di dalam mobil.
     
    "Dalam penugasaan tugas resmi negara yang kemudian juga ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut merupakan bentuk peristiwa pelanggaran HAM," kata Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.

    Polisi mengaku menembak keempat orang itu karena melakukan perlawanan di dalam mobil saat perjalanan menuju Polda Metro Jaya. Namun, tindakan kepolisian itu dinilai tidak tepat.
     
    "Ini catatannya, penembakan sekaligus terhadap orang-orang dalam satu waktu tidak ada upaya lain untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan unlawfull killing terhadap empat orang anggota laskar FPI," ungkap Anam.

    Baca selengkapnya di sini

    3. Fadli Zon Dipolisikan Akibat Ngelike Konten Porno

    Fadli Zon dilaporkan ke Bareskrim Polri. Fadli dilaporkan lantaran menyukai postingan berbau porno di media sosial Twitter.
     
    "Iya (Fadli Zon dilaporkan) ke Bareskrim Mabes Polri," kata pelapor Fadli Zon, Aby Febrianto Dunggio, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.
     
    Fadli menyukai konten berbau pornografi di Twitter. Tindakan Fadli dinilai berbahaya.

    Baca selengkapnya di sini

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id