Menolak Setia pada NKRI, Kewarganegaraan Ba'asyir Bisa Dicabut

    Anggi Tondi Martaon - 06 Januari 2021 05:37 WIB
    Menolak Setia pada NKRI, Kewarganegaraan Ba'asyir Bisa Dicabut
    Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Istimewa
    Jakarta: Pemerintah diminta tegas kepada Abu Bakar Ba'asyir. Terpidana kasus terorisme itu belum juga menyatakan kesetiaan kepada NKRI.

    "Terkait sikapnya yang menolak setia kepada NKRI dapat dipertimbangkan untuk dicabut hak kewarganegaraannya," kata anggota Komisi III DPR  Jazilul Fawaid kepada Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.

    Wakil Ketua MPR itu menegaskan setiap warga negara Indonesia (WNI) memiliki kewajiban menyatakan kesetiaan kepada NKRI. "Setiap WNI berkewajiban membela negara dan patuh kepada konstitusi dan undang-undang," tegas dia.

    Namun, dia mengingatkan hak Ba'asyir untuk bebas murni harus dipenuhi. Sebab, pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu sudah menjalankan hukumannya.

    "Kalau sudah menjalankan hukumannya tentu haknya untuk menghirup udara bebas," ujar dia.

    Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengonfirmasi Abu Bakar Ba'asyir segera bebas. Dia keluar dari Lembaga Pemasyarakatan khusus Kelas IIA Gunung Sindur pada Jumat, 8 Januari 2021.

    (Baca: Polisi Pantau Pergerakan Ba'asyir Usai Bebas)

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id