Pakaian Bekas Rp9 M Diselundupkan dari Tiongkok

    Siti Yona Hukmana - 12 September 2019 12:37 WIB
    Pakaian Bekas Rp9 M Diselundupkan dari Tiongkok
    Barang bukti kasis pakaian bekas. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Subdirektorat I Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar penyelundupan tekstil, pakaian bekas, dan sepatu ilegal, senilai Rp9 miliar. Barang itu berasal dari Tiongkok.

    "Kalau dihitung potensi kerugian negara untuk tekstil, balpress (pakaian bekas), serta sepatu berbagai merek kurang lebih Rp4,9 miliar hampir Rp5 miliar," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 12 September 2019. 

    Menurut dia, barang-barang tekstil ini masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Pasir Gudang Johor, Malaysia. Barang itu dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak, lalu dibawa dengan truk ke perbatasan Indonesia.

    Melalui jalur darat, benda fesyen 'Negeri Tirai Bambu' ini masuk Jagoi Babang, Kalimantan Barat. Selanjutnya, barang-barang ini diangkut menggunakan truk ke Pelabuhan Dwikora, Pontianak.

    "Dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari dan masuk ke Pelabuhan Tegar Marunda Center Kabupaten Bekasi," terang Gatot. 

    Enam tersangka dijerat dalam perkara ini: PL, 63; H, 30; AD, 33; EK, 44; NS, 47; dan TKD, 45. PL dan H sudah beroperasi delapan tahun. AD menjalani bisnis ini dua tahun, EK lima tahun, NS tujuh tahun, dan TKD 10 tahun.

    Mereka ditangkap di tiga lokasi. Titik itu yakni di Pelabuhan Tegar Marunda Center Terminal, Tarumajaya, Kabupatan Bekasi, Jawa Barat; Jalan Dahlia, Kramat, Senen, Jakarta Pusat; dan Gudang Rukan Permata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

    "Kita sita barang bukti 438 gulungan tekstil (bahan kain), 259 koli balpress berisi pakaian baru, pakaian bekas dan tas bekas, 5.668 koli sepatu berbagai merek kurang lebih 120 ribu pasang sepatu," beber Gatot. 

    Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Mereka dikenakan Pasal 104, Pasal 106, Pasal 111, Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar. 

    Pasal 62 ayat 1 dan 2 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juga diterapkan dalam kasus ini. Pasal ini menekankan pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id