Menteri Johnny Sebut SK Pemberhentian Helmy Multitafsir

    Whisnu Mardiansyah - 06 Desember 2019 17:37 WIB
    Menteri Johnny Sebut SK Pemberhentian Helmy Multitafsir
    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
    Jakarta: Surat pemberhentian Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dinilai multitafsir. Pemberhentian tak mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI).

    "Pemberhentian direksi dan pengangkatan PLT direksi yang dilakukan saat ini belum sepenuhnya, atau mengakibatkan multitafsir. Tidak diatur secara spesifik di dalam peraturan pemerintah dimaksud," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Desember 2019.

    Johnny menjelaskan terdapat klausa 'dapat', di mana sebenarnya Helmy Yahya belum bisa dipecat. Atau bisa langsung digantikan sejak dikeluarkannya surat pemberhentian tersebut.

    "Di waktu yang sama, PP itu mengatur direksi tidak diberhentikan atau dapat tetap menjabat. Dapat ini diterjemahkan bisa diberhentikan dengan mengangkat Plt, bisa juga teruskan menjabat sampai adanya surat pemberhentian," kata dia. 

    Dia meminta surat pemberhentian diperbaiki. Johnny ingin surat pemberhentian sesuai PP Nomor 13 Tahun 2005. 

    "Hak-hak direksi harus dilindungi sebagaimana diatur di dalam PP Nomor 13 Tahun 2005. Dan ini diselesaikan secara internal terlebih dahulu, dalam keluarga besar TVRI," ucap Johnny.

    Politikus Partai NasDem itu tidak menampik, dewan pengawas memiliki kewenangan memberhentikan direksi. Namun, Dewas harus membeberkan alasan pemberhentian dengan gamblang. 

    Johnny menyebut Helmy Yahya mestinya diberikan waktu satu bulan sejak surat dikeluarkan buat membela diri. Dewas mestinya tidak serta merta langsung menunjuk pelaksana tugas (Plt) menggantikan Helmy.

    "Helmy Yahya mempunyai kesempatan membela diri sampai 4 Januari. Dan, waktu kesempatan itu belum diberikan," tegas Johnny.

    Direktur Utama TVRI Hely Yahya diberhentikan sementara. Pemberhentian melalui Surat Keputusan Dewan Pengawas LPP TVRI Nomor 3 Tahun 2019 yang ditandatangani Ketua Dewas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin pada 4 Desember 2019. 

    Dewan pengawas juga menetapkan Supriyono, Direktur Teknik TVRI, sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama TVRI.

    "Keputusan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan dicabut kembali oleh Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI," tulis bunyi surat itu. 

    Helmy Yahya menjabat sebagai Dirut TVRI sejak 29 November 2017 hingga 2022 mendatang. Sebelum menjabat, Helmy Yahya dikenal sebagai presenter dan raja kuis Indonesia. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id