comscore

Kapolda Papua Minta Pembangunan BTS di Daerah Rawan Dihentikan

Antara - 13 Maret 2022 11:39 WIB
Kapolda Papua Minta Pembangunan BTS di Daerah Rawan Dihentikan
Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati
Jayapura: Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri, meminta perusahaan menghentikan pembangunan base transceiver station (BTS) khususnya di daerah rawan gangguan keamanan termasuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Penghentian pembangunan BTS ini setelah terjadinya kasus pembantaian terhadap karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) di pedalaman Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Rabu, 2 Maret 2022.
"Memang saya sudah perintahkan untuk menghentikan pembangunan BTS di sejumlah daerah yang rawan gangguan keamanan," kata Irjen Fakhiri di Jayapura, Minggu, 13 Maret 2022.

Baca: Pemkot Depok Bersiap Menuju Endemi Covid-19

Dia menjelaskan ada beberapa daerah di Papua yang rawan gangguan keamanan. Selain Kabupaten Puncak, juga ada beberapa daerah, yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Kabupaten Nduga.

Fakhiri berharap perusahaan yang mengerjakan pembangunan, bukan hanya BTS, hendaknya memberitahukan keberadaan mereka kepada aparat keamanan.

"Jangan datang diam-diam, iya, kalau selama pengerjaan berlangsung aman. Akan tetapi, bila sebaliknya, ada gangguan keamanan hingga menimbulkan korban jiwa," jelas Fakhiri.

Diharapkan pula bahwa hal itu diterapkan oleh pihak perusahaan yang lakukan pembangunan di Papua.

Bila aparat keamanan mengetahui keberadaan mereka, menurut dia, ada indikasi meningkatnya masalah keamanan dapat segera menentukan langkah-langkah agar dapat mengamankan karyawannya.

 

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id