Ganjar Ingatkan Warganya Waspada Ledakan Covid-19 Seperti India

    Mustholih - 28 April 2021 18:58 WIB
    Ganjar Ingatkan Warganya Waspada Ledakan Covid-19 Seperti India
    ilustrasi Medcom.id



    Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta warganya yang berada di perantauan untuk tidak mudik ke kampung halaman pada Lebaran Idulfitri 2021. Ganjar mengatakan jangan sampai ledakan kasus covid-19 di India terjadi di Indonesia gara-gara kontribusi pergerakan mudik warga Jateng.

    "Jangan sampai kejadian di India masuk ke kita. Kemarin di India sudah bagus, kurva sudah turun. Begitu ada kejadian politik dan keagamaan, hari ini meroket grafiknya (positif covid-19)," kata Ganjar dalam webinar bertema Stop Mudik! Tekan Turun Laju Covid-19, Rabu, 28 April 2021.






    Baca: Pemudik Solo Tanpa SIKM Wajib Tes Antigen

    Ganjar menjelaskan ledakan kasus covid-19 di India memberi dampak yang cukup besar bagi Tanah Air. Program vaksin covid-19 yang sedang digencarkan Pemerintah kepada masyarakat menjadi tersendat. "Karena vaksinnya tertahan di India," jelas Ganjar.

    Untuk mengantisipasi ledakan kasus covid-19 di Jateng, Ganjar menegaskan siap mengisolasi warganya yang mengabaikan larangan mudik Lebaran Idulfitri 2021. Ganjar mengungkap Pemerintah Provinsi bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah sudah siap melakukan penyekatan-penyekatan bagi para pemudik.

    "Kita sudah lakukan persiapan-persiapan. Seluruh rest area di Jateng akan diawasi polisi. Pemprov mendukung memberikan antigen dan menyiyapkan tempat isolasi," ungkap Ganjar.

    Sementara Kepala Bagian Operasi Korlantas Kepolisian RI, Komisaris Besar Rudi Antariksawan, memperkirakan bakal ada 10 juta masyarakat yang nekat mudik ke kampung halaman. Rudi mengatakan di tengah larangan mudik, mereka akan berusaha mencari cara pulang ke kampung halaman masing-masing.

    "Ada 7 persen masyarakat akan tetap mudik. Jadi masih sekitar 10 jutaan warga yang berusaha pulang kampung pada Lebaran nanti. Mudah-mudahan ini bisa ditekan," ungkap Rudi.

    Rudi mengatakan larangan mudik Lebaran akan berlaku sejak 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, Rudi mengungkap upaya Polisi melakukan pengetatan-pengetatan terhadap para pemudik sudah berjalan sejak 22 April.

    "Ada pra-mudik mulai 22 April sampai 5 Mei. Di situ ada pengetatan persyaratan perjalanan, misalnya orang harus melengkapi dengan surat negatif covid-19 yang berlaku 1x24 jam," ujar Rudi.

    Ketua Bidang Data dan IT Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lengah terhadap penyebaran virus korona. Menurut Dewi apabila masyarakat mengabaikan larangan mudik, libur panjang Ramadan dan Idulfitri 2021 berpotensi menyumbang 37-119 persen kenaikan harian jumlah kasus covid-19 di Tanah Air.

    "Libur Ramadan dan Idulfitri berpotensi memberi dampak penambahan 1000-5000 kasus harian dan penambahan angka kematian mingguan 100-700 kasus. Sekarang sudah ada tren kenaikan pada beberapa pekan terakhir di provinsi seperi Riau, Jambi Bengkulu, Kalimantan Barat, dan lain-lain," ungkap Dewi.


     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id