Enam ASN Minahasa Tenggara Diberhentikan karena Korupsi

    Antara - 10 Januari 2019 18:13 WIB
    Enam ASN Minahasa Tenggara Diberhentikan karena Korupsi
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Manado: Sebanyak enam Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, diberhentikan setelah berstatus mantan narapidana kasus korupsi.

    "Ada enam PNS yang terlibat kasus korupsi dan saat ini Pemkab telah memberhentikan mereka dengan tidak hormat," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Minahasa Tenggara Sartje Taogan seperti dilansir Antara, Kamis, 10 Januari 2019.
    Surat pemberhentian tersebut telah ditandatangani dan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri pada 27 Desember 2018. "Ini menindaklanjuti instruksi yang telah kami terima. Surat pemberhentian tersebut telah sampaikan ke pihak kementerian," katanya.

    Sartje menambahkan, berkaitan dengan gaji serta tunjangan keenam ASN tersebut sudah tidak diberikan sejak Maret tahun lalu. Bupati Mitra Minahasa Tenggara James Semendap berkomitmen memberantas korupsi di lingkup pemerintah kabupaten setempat.

    James menegaskan, pihaknya akan langsung melakukan pemberhentian bagi para ASN yang telah terbukti melakukan tindakan korupsi.

    "Dua hal yang saya tekankan dan pasti akan dilakukan bila ada ASN yang kedapatan melakukan korupsi. Pertama, saya berhentikan dari jabatan. Kemudian saya serahkan kepada aparat penegakan hukum, baik polisi, kejaksaan maupun Komisi Pemberantas Korupsi supaya diproses hukum dan dipenjarakan bila bersalah," ungkap James.

    Ia berjanji mewujudkan profesionalisme kerja dan pengelolaan keuangan bebas korupsi di jajaran Pemkab Minahasa Tenggara.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id