Akses Jalan di Lima Desa Terisolasi Sudah Bisa Dilalui

    Muhammad Syawaluddin - 05 Oktober 2021 17:52 WIB
    Akses Jalan di Lima Desa Terisolasi Sudah Bisa Dilalui
    Ilustrasi ekskavator membersihkan material longsor di akses jalan Malang-Kediri.



    Makassar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu terus melakukan pembersihan usai banjir dan tanah longsor di lima desa yang terisolasi lantaran akses jalan tertutup material.

    Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin, mengatakan hari ini sudah ada jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

     



    "Baru dua desa yang bisa tembus masuk yaitu Desa Ilan Batu sama Ilan Batu Uru," kata Aminuddin saat dikonfirmasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 5 Oktober 2021.

    Baca: Koarmada II TNI AL Gelar Vaksinasi Massal di Pasuruan

    Dalam proses pembersihan material longsor yang menutup akses lima desa di Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu itu, BPBD Luwu menurunkan empat alat berat yang dibagi di empat lokasi. Sehingga diharap akses jalan bisa segera terbuka.

    "Dua desa sudah bisa dilalui dengan roda empat (mobil kabin ganda)," jelasnya.

    Dengan terbukanya dua akses jalan menuju dua desa yang sempat terisolasi di Kecamatan Walenrang Barat, pihaknya sudah bisa menggunakan kendaraan roda empat mengantarkan logistik kepada masyarakat.

    "Untuk pembersihan di akses jalan lainnya, kami masih menunggu informasi dari personel di lapangan. Karena jaringan di wilayah itu susah," ungkapnya.

    Dari data BPBD Luwu kelima desa yang terisolir yakni Desa Ilan Batu, Desa Lewandi, Desa Lamasi Hulu, Desa Lempe dan Desa Lempe Pasang. Kelimanya berada di Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

    Kelima desa tersebut terisolasi lantaran banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Luwu itu pada 3 Oktober 2021. Bencana banjir dan longsor menurut data BPBD Sulawesi Selatan terjadi lantaran intensitas hujan yang cukup tinggi. Yang mengakibatkan air merendam empat kecamatan (sebelumya disebut enam) tersebut.

    Akibat peristiwa itu sebanyak 237 rumah yang terdampak banjir dan tanah longsor. Ratusan rumah itu tersebar di beberapa lokasi, namun yang terbanyak berada di Kecamatan Lamasi Timur dengan 127 rumah terdampak banjir dan tanah longsor.

    Kemudian di Kecamatan Walenrang Timur dengan 40 rumah, dan Kecamatan Walenrang Utara sebanyak 25 rumah. Tidak hanya itu banjir bandang itu juga menghanyutkan tujuh ekor hewan ternak, satu sapi dan enam ekor kambing serta satu kandang ayam kosong di Desa Batustanduk, Kecamatan Walenrang.

    Selain itu, puluhan hektare lahan persawahan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20-100 centimeter. Namun, dari informasi yang diperoleh ketinggian debit air di Sungai Lamasi sudah mengalami penurunan, dari enam meter surut menjadi tiga meter.

    Dalam peristiwa itu empat korban meninggal dunia lantaran tertimbun tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Walenrang Barat. Keempat anak itu ditemukan setelah seharian tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri melakukan pencarian.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id