KSOP Tarakan Tunggu Pemeriksaan Terbaliknya Speedoat yang Tewaskan 6 Orang

    Antara - 09 Juni 2021 09:31 WIB
    KSOP Tarakan Tunggu Pemeriksaan Terbaliknya Speedoat yang Tewaskan 6 Orang
    Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Tarakan, Capt Romy Sumardiawan (kanan). Antara/ Susylo Asmalyah.



    Tarakan: Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Kalimantan Utara, menunggu hasil pemeriksaan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bunyu terhadap nahkoda speedboat yang terbalik di Desa Palaju, Sungai Sembakung, Nunukan. Insiden tersebut menyebabkan enam penumpang meninggal.

    "Sebenarnya ranah ini UPP Bunyu yang memeriksa dan menyampaikan, perkara nanti UPP Bunyu meminta bantuan (penyidikan), kami nanti membantu," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Tarakan, Romy Sumardiawan, di Tarakan, Rabu, 9 Juni 2021.

    Baca: Banda Aceh Berstatus Zona Merah

    Dia menjelaskan kejadian ini sudah dilaporkan UPP Bunyu dan sudah menuju Polsek Sembakung, Nunukan. Bila dalam kasus kecelakaan laut speedboat ini ditemukan unsur profesi masuk ke Mahkamah Pelayaran.

    "Sampai sejauh ini kami belum mendapatkan info yang resmi, nanti setelah UPP Bunyu melakukan pemeriksaan baru tahu hasilnya," jelas Romy.

    KSOP Tarakan juga belum dapat memberikan keterangan lebih banyak, menunggu UPP Bunyu memeriksa nahkoda speedboat Ryan.

    Selain itu juga tidak menerima manifes penumpang speedboat tersebut, dikarenakan perahu motor ini merupakan non reguler. Kalau speedboat reguler perijinan trayeknya tetap yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Pemprov Kaltara, tapi kalau speedboat non reguler trayeknya tidak tetap.

    "Jadi kapal-kapal speedboat non reguler ini semacam fenomena di wilayah Kaltara, dalam kejadian ini kita tidak perlu menyalahkan siapa ini PR (pekerjaan rumah) kita bersama, bagaimana kita bersinergi untuk menciptakan sarana dan prasarana transportasi sungai ini laik," jelas Romy.

    Dia juga mengatakan bahwa KSOP Tarakan tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada para penumpang untuk menggunakan life jaket sebelum naik ke speedboat.

    Kemudian sesuai regulasi yang ada dan sesuai aturan yang ada, kalau kapal itu laik laut pasti mempunyai sertifikat yang sesuai dibuktikan dengan sertifikat yang ada dapat memuat penumpang sampai batas yang ditentukan.

    Perkembangan terbaru jumlah korban sebanyak 31 orang, di mana enam korban meninggal dan sisanya selamat. Speedboat non reguler ini berangkat dari Tarakan tujuan Sembakung, Nunukan, Senin, 7 Juni 2021.

     (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id