Nenek di Kabupaten Tangerang Tinggal Seorang Diri di Gubuk Reyot

    Hendrik Simorangkir - 15 September 2021 16:56 WIB
    Nenek di Kabupaten Tangerang Tinggal Seorang Diri di Gubuk Reyot
    Mirah, 75, tinggal di sebuah gubuk bambu reyot di Kampung Jati, Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu, 15 September 2021. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir



    Tangerang: Mirah, perempuan berusia 75 tahun tinggal di sebuah gubuk bambu reyot di Kampung Jati RT01/04, Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Mirah yang sebatang kara sudah belasan tahun tinggal di lokasi tersebut.

    Dinding rumah yang terbuat dari bambu dan genting hampir roboh lantaran termakan usia. Bahkan saat angin kencang menerpa, rumah tersebut bagai kapal yang terombang-ambing badai.

     



    "Kalau hujan, seluruh rumah pasti bocor. Emak sudah lama tinggal di sini sendirian. Tapi mau emak ingin tinggal di sini saja (gubuk reyot)," kata Mirah di Tangerang, Rabu, 15 September 2021.

    Baca: Pemkab Cirebon Percepat Vaksinasi Pelajar

    Mirah mengatakan ketakutannya jika suatu saat rumah yang selama ini ditinggali tersebut ambruk lantaran rapuh. Bahkan di kediamannya pun tidak ada kamar mandi sehingga untuk keperluan MCK harus berjalan kaki ke kebun bambu yang tak jauh dari rumahnya.

    "Di kebun ada air bersih untuk emak buang air besar. Karena emak enggak punya kamar mandi," jelasnya.

    Mirah mengaku suaminya sudah meninggal sejak 25 tahun lalu karena sakit. Dari pernikahannya itu, Mirah mempunyai satu anak tapi anak tersebut juga meninggal. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Mirah mengandalkan pemberian dari tetangga dan keponakannya.

    "Suami sudah meninggal dunia. Sekarang hanya ada keponakan. Emak punya satu anak, tapi saat usia masih kecil meninggal dunia karena sakit," ungkapnya.

    Sementara Kepala Desa Selapajang, Enoh, menuturkan rumah yang ditempati Mirah itu dibangun oleh warga dan hingga kini belum ada perbaikan. Selain itu, masyarakat setempat dari dulu sudah maksimal dalam membantu Mirah terkait makan sehari-hari.

    "Mudah-mudahan ada kebaikan ke depannya berlanjut. Nenek Mirah sudah sendiri sejak 25 tahunan, sejak suaminya meninggal dan sampai dengan hari ini. Warga setempat lah yang membantunya dalam memenuhi makan dan minumnya," jelas Enoh.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id