Menkes Pantau Vaksinasi untuk ODGJ di Kota Bogor

    Rizky Dewantara - 01 Juni 2021 21:15 WIB
    Menkes Pantau Vaksinasi untuk ODGJ di Kota Bogor
    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memantau pemberian vaksin covid-19 ODGJ di Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi, Kota Bogor, Selasa, 1 Juni 2021. Dokumentasi/ istimewa



    Bogor: Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memantau pemberian vaksin covid-19 terhadap ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) di Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat. Budi ingin vaksinasi ini berjalan lancar agar penyebaran covid-19 bisa ditekan.

    "Ini pertama kali kita mencoba memberikan vaksin untuk ODGJ dan saya juga baru tahu bahwa orang dengan gangguan jiwa itu umumnya homorbit atau penyakit sampingan banyak. Karena para pasien gangguan jiwa tidak bisa menceritakan apa yang dirinya alami sedang sakit apa," kata Budi Gunadi di RSJ Marzuki Mahdi, Kota Bogor, Selasa,1 Juni 2021.

     



    Baca: Kapolri Terus Motivasi Satgas Nemangkawi untuk Buru KKB

    Dia menegaskan ODGJ jika terkena covid-19 lebih rawan dari pada orang pada umumnya. Dia mengetahui hal itu dari Dirut RSJ Marzuki Mahdi.

    "Dan pemberian vaksin covid-19 terhadap ODGJ merupakan contoh yang baik yang dapat ditiru oleh RSJ lainya di Indonesia," jelasnya.

    Budi mengatakan untuk jenis vaksin yang disuntikkan terhadap pasien ODGJ menggunakan vaksin covid-19 Sinovac yang di produksi atau diolah oleh biofarma.

    "Pemberian vaksin covid-19 Sinovac yang diolah oleh biofarma perdana digunakan untuk pasien ODGJ di Kota Bogor," jelasnya.

    Sementara Direktur RS Marzuki Mahdi, Fidiansjah, menyatakan hari ini ada 34 pasien RS Marzuki Mahdi yang disuntikkan vaksin covid-19 dengan target 80 sampai 90 orang.

    "Kenapa hanya 34 orang saja yang diberikan vaksin covid-19 tahap pertama di RS Marzuki Mahdi, karena kendalanya dari persetujuan dari pihak keluarga," ungkap Fidiansjah.

    Menurut dia dalam pemberian vaksin covid-19 harus dibedakan terhadap ODGJ dengan orang biasa pada umumnya. Karena ODGJ dari kesadaran dan tanggung jawabnya tidak utuh.

    "Jadi yang perlu kita perlukan adalah persetujuan dari pihak keluarga terhadap tindakan ini yang tidak bisa diwakilkan oleh dirinya. Ini yang masih membutuhkan proses dalam pelaksanaan pemberian vaksin covid-19 terhadap pasien ODGJ," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id