Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia Akan Ikuti Proses Hukum

    Daviq Umar Al Faruq - 31 Mei 2021 18:39 WIB
    Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia Akan Ikuti Proses Hukum
    Suasana gerbang depan Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), di Kota Batu, Jawa Timur. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq



    Batu: Pemilik sekaligus pengelola Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, JE, bakal mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku. Hal itu disampaikan langsung oleh kuasa hukum JE, Recky Bernadus Surupandy, terkait tuduhan kekerasan seksual yang baru-baru ini diterima JE.

    "Kami berharap, semua dapat menghormati semua proses hukum yang berjalan sehingga tidak mengeluarkan opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena adanya nama baik dari sebuah sekolah, dan nama baik dari orang yang diduga atau dituduh melakukan suatu perbuatan yang melanggar ketentuan," kata Recky dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Mei 2021.

     



    Baca: 30 Nakes di Jepara Terpapar Covid-19

    Recky menjelaskan JE yang dilaporkan ke polisi karena diduga telah melakukan suatu tindak pidana juga memiliki hak untuk melakukan upaya hukum untuk membuktikan pengaduan maupun pelaporan.

    "Kami selaku kuasa hukum menyatakan bahwa laporan tersebut tidak benar, atau belum terbukti kebenarannya. Dan kami sebagai warga negara yang baik, dan patuh, dan mengikuti aturan, maka kami akan mengikuti seluruh proses hukum yang ada, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

    Recky menambahkan pihaknya selaku kuasa hukum dari terlapor JE akan melakukan upaya hukum yang sebaik-baiknya demi kepentingan hukum, dan kepentingan hak dan kepentingan hukum dari terlapor JE.

    Selain itu pihaknya juga meminta terhadap seluruh pihak dan khalayak luas agar dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dengan tidak mengeluarkan pendapat ataupun opini-opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, yang mana hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi terlapor JE.

    "Kami akan melakukan analisa terlebih dahulu, untuk kemudian melakukan tindakan atau upaya hukum yang terbaik, demi kepentingan hukum, dan kepentingan hak klien kami," ungkapnya.

    Sebelumnya Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi kantor Polda Jatim, Sabtu, 29 Mei 2021. Tujuannya untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan JE, pemilik sekaligus pengelola sekolah swasta di Kota Batu, Jatim, terhadap belasan anak didiknya.

    "Ada sekitar 15 korban, ini menyedihkan karena ini adalah sekolah yang dibanggakan oleh Kota Batu dan Jatim tapi ternyata menyimpan kejahatan yang luar biasa hingga bisa mencederai dan menghambat anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, usai melaporkan kasus tersebut di Polda Jatim.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id