Proses Swab Massal di Sleman Tersendat

    Ahmad Mustaqim - 29 Juli 2020 15:58 WIB
    Proses Swab Massal di Sleman Tersendat
    ilustrasi Medcom.id
    Yogyakarta: Proses tes usap (swab) massal di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tersendat akibat laboratorium memperoleh kiriman spesimen melebihi kapasitas. Pemerintah setempat melakukan perubahan kebijakan.

    "Kami sedang mangatur strategi agar gerakan swab massal yang kami kerjakan bisa berjalan baik," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, saat dihubungi, Rabu, 29 Juli 2020.

    Baca: Kapasitas Ruang Perawatan Covid-19 di Sleman Masih Tersedia

    Ada sebanyak lima laboratorium di DIY yang selama ini beroperasi melakukan uji spesimen. Mulai dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta; Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM); RSUP Dr Sardjito; Balai Besar Veteriner (BB Vet) Wates, Kulon Progo; dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito.

    Joko menjelaskan akan ada penambahan laboratorium baru, yakni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Laboratorium itu sudah mengantongi izin dan bisa tes usap meskipun laboratorium tersebut baru mampu menerima 60 spesimen per hari.

    "Sekarang memeriksa spesimen dari RS PKU (Muhammadiyah) Kota (Yogyakarta), (Kecamatan) Gamping, dan (Kabupaten) Bantul. Kami sudah mengirim sampel ke sana. Lumayan dibanding tak ada," jelasnya.

    Joko mengatakan langkah tes usap massal sudah mulai dilakukan sejak Juni dan ditarget Juli selesai. Sasaran utamanya dimulai dari tenaga medis dan berlanjut ke kelompok masyarakat lain yang rentang terinfeksi covid-19.

    Kondisi terkini hasil sementara dari tes usap massal itu ada lima tenaga medis positif covid-19. Total saat ini ada 18 tenaga medis positif covid-19 di Sleman.

    "Ada dokter, apoteker, petugas lab. Mereka dirawat di rumah sakit tempat bekerja, RS Prambanan, dan ada yang di RS Hermina. Ada tenaga medis di Bantul asal Sleman, tapi dirawat di RS Bantul," ungkapnya.

    Joko menyatakan target tes usap massal 5.000 sampel dalam lima pekan selesai harus diganti. Pihaknya memperpanjang waktu tes usap massal itu menjadi enam pekan.

    Menurut dia tenaga medis yang tersedia diperkirakan mencukupi yakni dari RS maupun peskesmas. Dari 100 tenaga medis, 50 di antaranya sudah tersertifikasi dan sisanya sudah bisa mengambil sampel setelah mendapatlan bimbimngan teknis.

    "Dari total 3.00- tenaga kesehatan yang kita swas, yang sudah sekitar 2.000. Pengambilan sampel bisa dilakukan Puskesmas dan rumah sakit," ujar Joko.


    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id