5 Petugas Lapas Tangerang Diperiksa terkait Napi Kabur

    Hendrik Simorangkir - 23 September 2020 16:25 WIB
    5 Petugas Lapas Tangerang Diperiksa terkait <i>Napi</i> Kabur
    Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Andika Dwi Prasetya. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
    Tangerang: Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Andika Dwi Prasetya, menyatakan tengah memeriksa lima petugas Lapas Kelas I Tangerang, yang berjaga saat narapidana bandar narkoba asal Tiongkok Cai Changpan kabur.

    "Kan belum selesai pemeriksaan, baru pendalaman. Yang sementara kita anggap bertanggung jawab, ditarik (diperiksa) ke Kanwil itu ada lima orang," ujarnya, di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, Rabu, 23 September 2020.

    Andik menjelaskan masih terus menggali informasi kaburnya Cai Changpan yang menjebol lantai sel hingga menembus saluran air di luar lapas.

    Baca juga: Bandar Narkoba Kabur, DPR Telusuri Keterlibatan Petugas Lapas

    "Itu lagi kita gali terus supaya misteri ini bisa kita ketahui dan terungkap. Kita meminta tolong ke kepolisian yang ahli juga," kata dia.

    Andika menambahkan, Cai Changpan tidak ditaruh di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, lantaran saat itu napi tersebut melarikan diri saat menjadi tahanan Bareskrim Polri. 
     
     

    "Tidak dilempar ke Nusakambangan alasanya pada waktu dia melarikan diri itu ada asesmen bahwa masuk kategori tidak berisiko, metodenya itu ukuran perilaku. Pastinya kita berharap ketika ada peluang dia bisa diberikan penghukuman selain pemidanaan yang sudah putus itu eksekusi saja," jelasnya.

    Sementara, Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Jumadi, mengatakan narapidana Cai Changpan dikirim ke Lapas Kelas I Tangerang dari Bareskrim Polri pada 2018. Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan.

    "Baru itu yang bisa saya sampaikan," ungkapnya.

    Baca juga: Polisi Buru Bandar Narkoba Kabur dari Lapas Tangerang

    Ia menambahkan Lapas Kelas I Tangerang memang telah kelebihan kapasitas. Dari kapasitas 600 tahanan kini dihuni sebanyak 2.340 tahanan. 

    "Dan 80 persen (narapidana) di sini adalah (kasus) narkoba, sisanya adalah pidana umum teroris dan sebagainya," jelas dia.


    (MEL)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id