Pelabuhan Tanjung Tembaga Akan Jadi Pusat Perdagangan International

    Amaluddin - 14 Februari 2020 19:49 WIB
    Pelabuhan Tanjung Tembaga Akan Jadi Pusat Perdagangan International
    Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat memaparkan rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Tembaga di Kota Probolinggo, Jumat, 14 Februari 2020. (Dok: Pemprov Jatim)
    Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan membangun Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo. Seiring dengan terbitnya Perpres No 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan di Jatim.

    Pelabuhan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat hubungan pedagangan, dan konektor titik-titik pariwisata unggulan di Jatim.

    "Dalam lampiran Perpres ini, pengembangan Pelabuhan Tanjung Tembaga membutuhkan alokasi anggaran APBN dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sekitar Rp9 Trilliun, dan detail plannya akan digarap tahun 2020 ini," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat memaparkan rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Tembaga di Kota Probolinggo, Jumat, 14 Februari 2020.
      
    Khofifah menjelaskan dari sektor perdagangan, Pelabuhan Tanjung Tembaga saat ini sudah menjadi pelabuhan cukup besar peranannya bagi Jatim. Di mana ada sekitar 140 kapal besar berlabuh di pelabuhan tersebut dalam setiap bulannya.

    Selain itu kata Khofifah pelabuhan ini juga sudah menjadi tempat bongkar muat kapal dari manca negara. Di antaranya kapal dari Thailand yang membawa barang ekspor ke Indonesia. Kapal ini membawa row sugar dan tepung tapioka sebanyak dua kali setiap bulannya.
     
    "Pelabuhan ini dibangun atas sebuah obsesi dan harapan, agar pelabuhan ini bisa menjadi salah satu shadow seaport of Singapore, karena peluangnya memang sangat besar. Di sini, kedalaman lautnya 16 meter, sejauh ini yang kita tahu yang paling dalam ada di pelabuhan Benoa yaitu 20 meter," jelas Khofifah.
     
    Khofifah menilai Pelabuhan Tanjung Tembaga memiliki kelebihan, yakni letaknya yang strategis dilindungi pulau Madura sebagai breakwater. Sehingga gelombang lautnya maksimal hanya 1,5 meter, serta tingkat sedimentasi lautnya juga rendah.  
     
    Sedangkan secara ketersediaan fasilitas yang eksisting, pelabuhan ini juga sudah memiliki kawasan pergudangan, pemadam kebakaran, rest area, serta jembatan timbang. Maka itu, kata Khofifah, pihaknya akan memperlebar akses menuju pelabuhan tersebut.

    "Jika saat ini jalan hanya dengan lebar 8 meter, dan dilewati beban 20 ton, maka kedepan akan dilebarkan menjadi 15 meter," ungkap Khofifah.
     
    Selain potensial untuk urusan logistik, pengembangan kawasan Pelabuhan Tanjung Tembaga juga dalam rangka menyokong sektor pariwisata. Pelabuhan ini nantinya akan menjadi tempat sandarnya kapal-kapal pesiar, yang membawa wisatawan untuk dibawa ke titik-titik pariwisata unggulan di Jatim. "Captive market kita adalah wisatawan dari Eropa yang menggunakan kapal pesiar," pungkas mantan Menteri Sosial (Mensos) itu.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id