Denda Sanksi Operasi Yustisi di Sidoarjo Masuk Kas Daerah

    Syaikhul Hadi, MetroTV - 18 September 2020 13:40 WIB
    Denda Sanksi Operasi Yustisi di Sidoarjo Masuk Kas Daerah
    Operasi yustisi dipantau langsung oleh Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran, pada Kamis malam, 17 September 2020.
    Sidoarjo: Operasi yustisi kembali dilakukan oleh tim gabungan berbagai instansi dari TNI, Polri, Satpol PP, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah. Seperti di Sidoarjo, operasi yustisi dipantau langsung oleh Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran, pada Kamis malam, 17 September 2020. 

    Seperti yang terjadi di lapangan kawasan perumahan Graha Tirta, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya menyidak pelaksanaan sidang di tempat bagi para pelanggar protokol kesehatan. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, membenarkan masih mendapatkan masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan.

    "Ini hari kedua kita melaksanakan operasi yustisi, dengan didampingi Pak Kapolda, dengan Pak Sekda, Plt Bupati Sidoarjo, ternyata masyarakat di sini masih ada sebagian yang mempunyai perilaku belum sadar tentang protokol kesehatan," ujar Pangdam kepada awak media di sela-sela peninjauan sidang.

    Widodo mengatakan nantinya kegiatan ini akan dilakukan selama dua pekan ke depan, terhitung sejak 16 September 2020. Tidak hanya di Surabaya dan Sidoarjo, namun operasi yustisi ini juga dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. 

    Pantauan Metro TV, mayoritas pelanggar protokol kesehatan adalah mereka yang tidak mengenakan masker dengan benar atau bahkan tidak menggunakan masker sama sekali dan memilih memasukkan masker mereka ke dalam kantong. 

    Para pelanggar pun dikenakan hukuman yang berbeda-beda, tergantung tingkat pelanggaran yang mereka lakukan. Namun tidak sedikit para pelanggar yang diputus oleh hakim untuk membayar denda. Khusus di Sidoarjo, nantinya uang denda yang dibayarkan masyarakat akan dikelola untuk kepentingan masyarakat.

    "Tadi sudah saya tanyakan kepada Plt Bupati Sidoarjo bahwa uang ini akan ke kas pemda. Setelah itu akan dibentukkan masker juga, akan dikembalikan. Seperti contoh ini, masyarakat yang tadi tidak pakai masker, itu diberi masker oleh aparat atau petugas. Jadi uang ini akan kembali ke masyarakat, tapi berbentuknya masker," ujar Widodo.

    Pelaksana Harian Bupati Sidparjo, Achmad Zaini menyatakan denda bagi pelanggar protokol kesehatan nantinya akan dimasukkan ke kas daerah. Para pelanggar protokol kesehatan akan dikenakan denda Rp150 hingga Rp500 ribu. 

    "Mereka yang melanggar langsung sidang ditempat, dan dikenakan denda maksimal Rp500 ribu. Nanti, denda akan dimasukkan ke kas daerah," ujar Achmad Zaini beberapa waktu lalu.

    Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan ini sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020, Perubahan atas Perda Provinsi Jatim Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan, Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. 

    "Karena hari ini adalah hari pertama, maka diberikan diskresi denda senilai Rp150 ribu subsider tiga hari. Mudah-mudahan ini memberi efek jera kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar Zaini. (Reno Reksa)


    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id