Perakit Senjata Api di Tangsel Seorang Youtuber

    Farhan Dwitama - 05 November 2019 09:30 WIB
    Perakit Senjata Api di Tangsel Seorang Youtuber
    Ungkap kasus bandar narkoba penjual senpi rakitan, senin 4 November 2019 di Mapolres Tangsel. (Foto: Medcom.id/Farhan)
    Tangerang: Bandar nakoba perakit senjata api Cahyo Muhamad Rafli alias Yongki berprofesi sebagai pembuat konten Youtube. Ia kerap mengulas senjata api hasil rakitannya via Youtube melalui siaran langsung maupun melalui unggahan video-video.

    Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan Yongki merakit senjata api dari senapan angin. Perakitan hingga pemasaran via media daring dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

    “Motifnya ekonomi. Dia seorang youtuber dan memasarkan senjata apinya lewat online,” kata dia, Senin, 4 November 2019.

    Melalui akun Youtube Yongki Yomen, pelaku kerap memamerkan senjata hasil rakitannya. Bahkan Yongki sering latihan menembak di gedung-gedung kosong.

    “Dari akun itu, banyak juga komentar-komentar dari pelanggannya (subscribers),” kata Ferdy. 

    Ferdy mengungkapkan Yongki belajar merakit senjata secara otodidak. Ia belajar dengan melihat tutorial perakitan senjata secara daring.

    “Dia belajar otodidak melihat dari google. Pengakuannya, dia hobi senjata ini sudah lama dan sangat antusias dengan pistol,” ungkapnya. 

    Dari pengakuan tersangka, kata Ferdy, Yongki setahun lebih belajar merakit senjata. Pada Agustus 2019, Yongki benar-benar mampu merakit senjata sendiri.

    “Sudah ada yang membeli, karena banyak yang tertarik dan memesan dari akun Youtube yang dia kelola," imbuh Kapolsek Ciputat, Kompol Endy. 

    Cahyo alias Yongki sebelumnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Ciputat pada Kamis dini hari, 31 Oktober 2019. Penangkapan Yongki bermula dari pengembangan kasus narkotika.

    Ketika digeledah, rumah Yongki di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, polisi menemukan sejumlah barang bukti narkotika berupa sabu dan ganja. Polisi kemudian mendapati sejumlah barang bukti senjata api rakitan jenis revolver dan 60 butir peluru tajam.

    “Kami saat ini tengah melakukan pengembangan asal peluru tajam yang ada di tangan tersangka. Karena peluru ini tidak dijual secara bebas,” ucap dia. 



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id