Pemda DIY Target Pengurangan Sampah 30 Persen pada 2025

    Patricia Vicka - 20 November 2019 11:59 WIB
    Pemda DIY Target Pengurangan Sampah 30 Persen pada 2025
    ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.
    Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan pengurangan sampag sebesar 30 persen pada 2025. Pasalnya saat ini volume sampah yang masuk ke 
    Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sudah melebihi kapasitas.

    Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Yohanes Agung Setianto, mengatakan TPST Piyungan masih terus dipaksa menampung sampah tambahan.

    "Volume sampah yang masuk ke TPST Piyungan mencapai 600 ton per hari. ini memprihatinkan. Maka target kami 2025 sampah yang masuk ke TPST Piyungan sudah berkurang 30 persen," kata Agung di DPRD DIY, Rabu, 20 November 2019.

    Agung menjelaskan dinas lingkungan hidup telah menjalankan beberapa strategi pengurangan sampah. Langkah pertama adalah mempersiapkan rancangan peraturan gubernur (Rapergub) pengurangan sampah. Di dalamnya berisi upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk mendorong masyarakat, pelaku bisnis, pengusaha dan pemerintah untuk mengurangi segala ketergantungan pada sampah.

    Jika sudah disahkan rapergub ini akan menjadi dasar hukum pelaksanaan kegiatan pengurangan sampah.
    "Misalnya soal pembatasan penggunaan plastik di supermarket minimarket dan pasar tradisional. Kalau sudah ada payung hukum. Satpol pp bisa bergerak menindak," jelas Agung.

    Langkah berikutnya adalah menggiatkan dan mengaktifkan kembali bank sampah. Saat ini lebih dari lima puluh persen dari 1500 bank sampah yang ada di DIY sudah tidak aktif.

    Padahal warga bisa menjual sampah rumah tangga ke bank sampah tersebut. Hal ini akan mendorong warga untuk memilah dan merecycle sampah rumah secara tangga mandiri. Sehingga sampah yang dibuang ke TPST Piyungan jauh berkurang.

    "Kami akan sosialisasi kembali supaya Masyarakat mau mengolah sampah sebelum dibuang di TPST," ungkap Agung.

    Sementara Ketua Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Bambang Suwerdha, mendorong Pemda DIY mengganggarkan sebagian dari Dana keistimewaan (Danais) untuk mengatasi sampah.

    Danais bisa dipakai untuk menghadirkan kegiatan sosialisasi dan membudayakan pengelolaan sampah di masyarakat.

    "Misalnya dari Rp1,3 triliun Danais, dianggarkan Rp50juta untuk membudayakan masyarakat mengelola sampah secara mandiri itu sangat berarti untuk nmengurangi sampah," kata Bambang.

    Bambang berharap pemerintah juga memberi mendukung pada kegiatan warga untuk mengelola sampah. Ia menilai banyaknya bank sampah yang mati terjadi karena kurangnya dukungan dari pemerintah.

    "Misalnya selama ini yang beli sampah yang sudah dikumpul di bank sampah hanya satu pihak. Coba kalau ada dua lebih dari satu pihak maka bisa menaikkan harga jual sampah," jelas Bambang.

    Ketua komisi C DPRD DIY Arif Setiadi mengatakan penggunaan danais untuk mengatasi persampahan perlu dikaji lagi. Ia mendorong Pemda untuk menggunakan kemajuan teknologi informasi dalam mengatasi timbunan sampah.

    "Tentunya juga didukung pendanaan yang memadai," pungkas Bambang.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id