Harimau Diduga Berkeliaran di Kawasan Unsri

    Antara - 09 Januari 2020 10:45 WIB
    Harimau Diduga Berkeliaran di Kawasan Unsri
    Harimau jarang sekali memangsa manusia kecuali saat merasa terancam. Foto: AFP.
    Palembang: Seekor harimau dilaporkan telah enam hari muncul di area kebun riset di dalam Komplek Universitas Sriwijaya (Unsri) kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Laporan adanya hewan buas tersebut berasal dari mahasiswa dan penyadap.

    "Ini dua versi, ada yang bilang macan tapi ada juga mengatakan harimau," ujar Kepala Kebun Riset Unsri Kampus Indralaya, M Umar Harun di Palembang, Kamis, 9 Januari 2020.

    Dia menuturkan laporan kemunculan dugaan harimau pertama kali diterima pada Sabtu, 4 Januari 2020, saat seorang mahasiswa tengah meriset di kebun kelapa sawit. Mahasiswa tersebut mengaku mendengar auman, namun tidak melihat wujud sumber suara karena langsung berlari ketakutan.

    Laporan kedua diterima pada Selasa, 7 Januari 2020, saat seorang penyadap mengaku melihat hewan sebesar anak sapi yang memiliki belang. Lokasinya tidak jauh dari lokasi laporan pertama, namum si penyadap melihat dari jarak cukup jauh sehingga tidak terlalu jelas.

    "Kami juga sudah ke lokasi dan melihat ada jejak-jejak, tapi kami belum tahu apa itu jejak macan atau harimau karena kami bukan ahlinya," tambahnya.

    Dia mengimbau seluruh civitas menghentikan sementara aktivitas riset di area perkebunan Unsri. Pihaknya telah melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk meminta bantuan pengecekan.

    Area kebun riset kampus Unsri Indralaya memiliki luas 200 hektare yang didominasi semak belukar. Dia menerangkan 30 hektare di antaranya merupakan kebun sawit aktif dan 15 hektare kebun karet.

    Kebun tersebut berbatasan dengan kebun warga yang dibatasi tembok beton setinggi dua meter dan membentang puluhan kilometer tersambung dengan seluruh tembok pagar Kampus Unsri Indralaya.

    "Setahu kami di dalam perkebunan itu memang masih banyak babi, tapi untuk predator semacam harimau atau macam kami belum pernah lihat," ungkap Umar.

    Sementara Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan, mengatakan telah menerima laporan terkait kemunculan satwa diduga harimau. Pihaknya akan mengecek untuk memastikan kebenarannya.

    "Yang pasti selama ini kami tidak punya data keberadaan harimau di lokasi tersebut (Ogan Ilir), dan juga lokasi dengan kantong harimau terdekat jaraknya mencapai 90 kilometer," ujar Genman.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id