Berebut Berkah di Grebeg Besar Keraton Yogyakarta

    Patricia Vicka - 12 Agustus 2019 16:17 WIB
    Berebut Berkah di Grebeg Besar Keraton Yogyakarta
    Prosesi rebutan Grebeg Besar Keraton Yogyakarta, Senin 12 Agustus 2019. Medcom.id/Patricia Vicka
    Yogyakarta: Keraton Yogyakarta menggelar prosesi Hajad Dalem Grebeg Besar untuk memperingati Hari Raya Idul Adha 1440. Tujuh buah gunungan berisi hasil bumi dari Keraton Yogyakarta dikirab dan dibagikan ke warga.

    Masyarakat percaya siapa yang mendapatkan grebeg akan diberi berkah.

    Prosesi Grebeg Besar dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, Senin 12 Agustus 2019. Tujuh gunungan keluar dari Keraton Yogyakarta. 

    Gunungan tersebut diarak ke tiga tempat berbeda. Lima Gunungan yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Darat, dan Gunungan Pawuhan dibagikan di halaman Kagungan Dalem Masjid Gedhe.

    Gunungan Gepak dibagikan di Pendhopo Kawedanan Pengulon di utara Masjid Gedhe. Dua Gunungan Kakung masing-masing dibagikan di Puro Pakualaman dan Kepatihan.

    Selama arak-arakan berlangsung, gunungan dikawal sepuluh jenis bregodo (prajurit) Mataram Keraton Yogyakarta dan dua ekor Gajah.

    Menjelang siang lima gunungan tiba di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Masyarakat yang sedari pagi menunggu segera berebut mengambil gunungan.

    Inem, 50, salah satu warga Yogyakarta, antusias mengambil hasil bumi di dalam gunungan. Inem mengaku selalu rutin mengikuti grebeg setiap tahun. Prosesi rebutan hasil bumi bagaikan prosesi berebut berkah dan rejeki.

    "Banyak yang bilang ini (hasil bumi) bawa berkah. Jadi saya selalu datang kesini," ujar warga Pandak Bantul ini.

    Inem datang ke Masjid Gedhe sendirian dengan naik motor. Ia tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Ia rela berdesak-desakan dengan ratusan masyarakat lainnya demi mendapatkan isi grebeg.

    "Saya dapet  kacang panjang, cabai dan beberapa rengginang kering. Mau saya campur ke masakan," katanya sambil berlalu.

    Pengageng Kawedanan Pengulon KRT Akhmad Mukhsin Kamaludin Ningrat menjelaskan tradisi grebeg  merupakan sebuah wujud syukur sultan kepada rakyatnya.

    "Ada pemahaman yang sebetulnya kurang tepat yaitu rebut berkah. Yang memang berkah itu sesuatu yang sudah didoakan itu Insyaallah mempunyai nilai lebih. Tapi kalau makanan sudah di doain, manfaatnya jauh lebih besar," tutupnya.


     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id