Kriminalitas di Depok Diklaim Menurun

    Octavianus Dwi Sutrisno - 26 Desember 2019 15:26 WIB
    Kriminalitas di Depok Diklaim Menurun
    Rilis kasus selama 2019 di Mapolres Depok, Kota Depok, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Octavianus)
    Depok: Angka kriminalitas jalanan di Kota Depok, Jawa Barat, sepanjang 2019 diklaim menurun. 

    Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah menuturkan, dibandingkan 2018, kriminalitas seperti pencurian dengan pemberatan (curat) terjadi sebanyak 238 perkara. Sedangkan di tahun ini jumlahnya hanya 151 perkara atau menurun 37 persen.

    "Peristiwa pencurian motor juga mengalami penurunan. 2019 sekitar 106 perkara, sedangkan 2018 120 perkara. Angka penyelesaian kasus juga meningkat jadi 50 persen pada 2019 dari 42 persen pada 2018," ucap Azis, di Aula Atmani Mapolres Metro Depok, Kamis, 26 Desember 2019.

    Sementara itu, untuk kasus lainnya yang paling menonjol yaitu pembunuhan tidak ada perbandingan antara 2018 dan 2019. Laporan kasus hanya enam dan telah selesai.

    "Perbedaannya di pengungkapan, pada 2018 yang terungkap ada tiga kasus sedangkan 2019 ada delapan. Penyelesaian perkara pembunuhan di tahun lalu yang diselesaikan tahun ini," bebernya.

    Selain itu beberapa kasus lain juga mengalami penurunan seperti narkoba yang mencapai 342 perkara pada 2019, sedangkan tahun sebelumnya 344 kasus. Diakui Azis masalah penyelesaian kasus narkoba paling banyak dilakukan tahun 2019.

    Di sisi lain peningkatan kasus terjadi pada laporan kecelakaan lalu lintas. Tahun sebelumnya hanya 217 kasus sedangkan tahun ini mencapai 414 kasus.

    Ia menambahkan penurunan angka kriminalitas jalanan tahun ini disebabkan oleh peningkatan penindakan. Mulai dari penebalan intensitas patroli hingga tindakan tegas yang diberikan kepada pelaku kejahatan oleh petugas di lapangan.

    "Dalam setahun ini kita sudah lakukan tindakan tegas dan terukur (tembak mati) satu orang pelaku (pencurian motor) karena melakukan perlawanan, sedangkan tiga lainnya kami lumpuhkan (tembak bagian kaki)," jelasnya.

    Selanjutnya untuk kasus penganiayaan berat, tahun ini polisi mengutamakan tindakan hingga penuntutan. Ketimbang periode sebelumnya yang mengutamakan preemtif preventif.

    Begitu pula dengan kasus begal, Polres Metro Depok, pemutusan jaringan dari tingkatan usia. "Beberapa kelompok berhasil diungkap, terakhir kita ungkap geng motor. Tujuh anak anak muda yang berkumpul, berkeliling itu salah satu bibit embrio dari begal jalanan," pungkasnya.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id