100 Hari Jokowi-Ma’ruf Disambut Infrastruktur Baru di DIY

    Ahmad Mustaqim - 23 Januari 2020 21:07 WIB
    100 Hari Jokowi-Ma’ruf Disambut Infrastruktur Baru di DIY
    Petugas mengamati pesawat yang mendarat dari tower atau menara milik AirNav Indonesia di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (16/10/2019). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
    Yogyakarta: Sejumlah proyek pembangunan program strategis nasional segera beroperasi memasuki masa pemerintahan 100 hari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dua jalan bawah tanah atau underpass di Daerah Istimewa Yogyakarta hampir dipastikan segera beroperasi.

    Underpass pertama yang bakal operasional yakni underpass Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Jumat, 24 Januari 2020. Underpass dengan nilai pengerjaan Rp293 miliar ini memiliki panjang lebih dari satu kilometer.

    "Kita akan lihat hasil trial (uji coba) nanti. Kami tak ada batas waktu trial. Apakah ada sesuatu yang harus diperbaiki atau tidak perlu, kita akan buka seterusnya," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Nasional (PJN) DIY Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syidik Hidayat saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

    Underpass ini jadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang ada di DIY. Proyek pengerjaan underpass ini sekitar 13 bulan dan menjadi salah satu rangkaian PSN di atas underpass, yakni Bandara YIA.

    Bandara YIA kini akan memasuki tahap akhir pembangunan. Saat ini pembangunan konstruksi bandara memasuki tahap akhir. Bandara YIA disebut akan operasi 100 persen pada Maret 2020.

    Mulai saat itu penerbangan domestik maupun internasional akan dilayani di bandara yang berada di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo tersebut.

    Selain itu ada pula proyek underpass di Jalan kaliurang atau underpass Kentungan. Proyek underpass yang mulai dikerjakan sejak Januari 2019 ini molor dari tenggat. Mulanya, operasional underpass Kentungan ditarget pada akhir 2019. Namun, sejumlah pekerja hingga peralatan masih berada di area proyek.

    Syidik mengakui adanya kendala dalam proyek pembangunan underpass Kentungan. Namun, ia menolak menjabarkan apa saja kendala tersebut. "Kendalanya banyak. Tapi perlahan kami selesaikan secepatnya," ungkapnya.

    Rencana panjang jalan bawah tanah itu yakni 540 meter dan bagian yang tertutup sepanjang 180 meter. Adapun jalan tersebut bisa dilalui dua jalur dengan empat lajur di jalur cepat. Biaya proyek ini dianggarkan sebesar Rp126 miliar.

    "(Proyek pembangunan) kita selesaikan satu-satu. Tidak lama lagi underpass Kentungan kita selesaikan," pungkas Syidik.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id