Provokasi 'Kucing Berak' buat Keluarga Menolak Pemakaman sesuai Prokes

    Ahmad Mustaqim - 02 Juni 2021 13:44 WIB
    Provokasi Kucing Berak buat Keluarga Menolak Pemakaman sesuai Prokes
    Ketua FPRB Bantul, Waljito. Medcom.id/Ahmad Mustaqim



    Bantul: Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebut terdapat jenazah positif covid-19 yang dimakamkan tanpa prosedur protokol kesehatan (prokes). Kejadian itu diduga muncul akibat adanya provokasi. 

    Ketua FPRB Kabupaten Bantul, Waljito, mengatakan petistiwa itu terjadi di Dusun Lopati, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul pada Selasa, 1 Juni 2021. Ada pihak keluarga dari jenazah positif covid-19 menolak prosedur pemakaman tersebut.  

     



    "Keluarga semula menerima, tapi ketika akan dimakamkan tiba-tiba menolak," kata Waljito saat melaporkan ke Polres Bantul, Rabu, 2 Juni 2021. 

    Ia mengungkapkan relawan FPRB Bantul sudah bergegas untuk membantu pemakaman itu. Namun, ditolak saat berada di lokasi. 

    Menurut dia, penolakan itu dengan dalih jenazah akan dimakamkan sesuai kebiasaan setempat dan syariat Islam. "Padahal, proses penanganan covid-19 harus dengan aturan dan juga protokol kesehatan," tambah dia. 

    Waljito pun mengadukan peristiwa itu ke Polres Bantul. Ia meminta polisi mengusut dugaan adanya provokasi itu. "Kami minta aparat kepolisian menyelidiki," ujar Waljito. 

    Baca: Langgar Prokes Covid-19, 5 Kafe di Pidie Aceh Disegel

    Sekretaris Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Heri Purwanto, mengakui dirinya mendatangi lokasi saat proses pemakaman. Ia melihat adanya penolakan yang diduga dimulai salah satu warga. 

    Warga, kata dia, menyebut pemakaman yang selama ini dijalankan relawan FPRB diklaim tak layak. Padahal, relawan FPRB sudah di lokasi. 

    "Ada yang (warga) namanya Asman mengatakan jika penguburan jenazah itu seperti kucing berak," kata Heri. 

    Menurut Heri, keluarga warga yang meninggal awalnya menerima rencana pemakaman sesuai prosedur. Ia menduga tindakan provokasi yang dilakukan Asman memunculkan respons terbalik dari keluarga. 

    Dihubungi terpisah, Camat Srandakan, Anton Yulianto, mengungkapkan proses klarifikasi tengah dilakukan jajarannya. Selain itu, penelusuran warga diduga kontak positif covid-19 juga dilakukan. 

    "Hari ini kami juga lakukan tracing ke warga dan keluarga yang kemarin memakamkan. Untuk hasilnya belum keluar," beber Anton. 

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id