Sejak PPKM, 3 Ribu Lebih Buruh di DIY Dirumahkan

    Ahmad Mustaqim - 31 Agustus 2021 07:26 WIB
    Sejak PPKM, 3 Ribu Lebih Buruh di DIY Dirumahkan
    Petugas berusaha memadamkan api dari truk tangki elpiji yang mendadak terbakar. (metrotv)



    Yogyakarta: Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (Disnakertrans DIY) menyebut sebanyak 3.179 pekerja dirumahkan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli 2021. Bahkan ada buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

    "Kebanyakan mereka bekerja di perusahaan yang terkait sektor pariwisata," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans DIY, Ariyanto Wibowo saat dihubungi, Senin, 30 Agustus 2021.

     



    Ariyanto mengatakan, sekitar 221 pekerja terkena PHK. Kebijakan PHK, termasuk buruh dirumahkan, lantaran merosotnya omzet dampak dari PPKM.

    "Kami sudah meminta perusahaan untuk melakukan perundingan bipartit (antara pengusaha dengan buruh) sebelum mengambil merumahkan maupun PHK. Kami mengawal hak-hak pekerja," katanya.

    Ia menyebut, masih ada sebagian buruh yang digaji namun dikakukan pemotongan dengan besaran beragam. Ada juga buruh yang tidak menerima gaji lantaran perusahaannya tutup sementara.

    Baca: Buruh di Solo Raya Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19, 4.600 Dosis per Hari

    "(Buruh yang terdampak tersebut) disalurkan subsidi upah, dan masih berjalan. Data penerimanya berdasar pada data di BPJS Ketenagakerjaan," ungkap Ariyanto.

    Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans DIY, Elly Supriyanti, mengungkapkan lembaganya sudah meminta semua perusahaan mendaftarkan para pekerja ke dalam program kartu prakerja. Menurut dia, program itu akan memberikan bekal pelatihan dan kemampuan untuk berwirausaha.

    "Kami sebenarnya mengundang lebih dari 50 perusahaan, tapi yang ikut hanya 30 karena ada sebagian HRD-nya juga ikut terdampak," kata Elly.

    Sekretaris Jenderal DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY, Irsyad Ade Irawan, menyebut ada lebih banyak buruh tersampak akibat kebijakan PPKM. Ia menyebut, anggota KSPSI DIY yang dirumahkan sejak kebijakan PPKM mencapai 2.250 orang.

    "Anggota kami tidak ada yang di-PHK, tetapi dirumahkan. Itu konsekuensinya (dirumahkan) sama memberatkan seperti di-PHK. Data itu belum termasuk dari kelompok (buruh) lain," ujarnya.
        
    Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id