Aktor Hoaks Babi Ngepet di Depok Disidangkan

    Media Indonesia.com - 14 September 2021 10:51 WIB
    Aktor Hoaks Babi Ngepet di Depok Disidangkan
    AI pelaku penyabar kabar bohong babi ngepet (Medcom.id)



    Depok: Adam Ibrahim aktor kasus penyebaran informasi palsu atau hoaks di dunia maya mengenai penangkapan babi ngepet untuk menimbulkan keresahan di tengah masyarakat disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Selasa, 14 September 2021.

    Terdakwa (pawang) babi ngepet bernama lengkap Adam Ibrahim Alias Ibrahim Bin Haji Luki itu, didakwa dalam dua Pasal. Yaitu, Pasal 14 ayat (1) KUHP ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 ancaman hukumannya maksimal 3 tahun penjara.

     



    Tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Irvan Rinaldi, Putri Dewi Astrini, dan Alfa Dera dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok mendakwa Adam Ibrahim bersalah menyebarkan informasi bohong (hoaks), terkait penangkan babi ngepet di Jalan Masjid Syamsul Iman RT 002 RW O4 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok Selasa 27 April 2021.

    Kepada majelis hakim yang terdiri dari M Iqbal Hutabarat, Yuance Marrieta, Darmo Wibowo, tiga JPU menyampaikan perbuatan terdakwa Adam Ibrahim telah meresahkan masyarakat.

    Baca juga: Realisasi Vaksinasi Covid-19 Brebes Baru 15%

    "Terdakwa dinilai JPU melanggar Pasal 14 ayat (1) KUHP dan Pasal 14 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana," terang JPU Alfa Dera.

    Menurut JPU Alfa Dera, sidang kasus informasi hoaks adalah sidang pertama. Agenda dalam sidang kasus penangkapan babi ngepet bohong tersebut adalah pembacaan dakwaan.

    Ia melanjutkan, sidang agenda pembacaan dakwaan ini tidak secara tatap muka melainkan virtual karena masih situasi pandemi covid-19.

    Terdakwa Adam Ibrahim yang ditangkap polisi 27 April 2021, berperan sebagai pelaku sekaligus dader. Dia ditangkap lantaran telah banyak warga di Jalan Masjid Syamsul Iman RT 002 RW O4 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok resah.

    "Saat ditangkap polisi, Adam Ibrahim mengakui menyebarkan informasi palsu kepada publik karena ingin namanya populer," jelas Alfa Dera (Kisar Rajaguguk )

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id