Lockdown tak Semudah Menutup Pintu

    Wibowo Sangkala - 30 Maret 2020 20:14 WIB
    <i>Lockdown tak Semudah Menutup Pintu</i>
    Gubernur Banten Wahidin Halim. (Foto: Istimewa)
    Serang: Gubernur Banten Wahidin Halim menilai keputusan untuk melakukan lockdown tak semudah menutup pintu. Terlebih, Banten bersinggungan langsung dengan DKI Jakarta. Lalu lintas masyarakat dari kedua wilayah itu tak bisa dihindari.

    "Banten-Jakarta sudah menjadi kawasan yang terintegrasi. Sehingga kita susah untuk memantau pergerakan. Termasuk kultur, tradisi, dan kebiasaannya. Kami sedang cari formulasi, format bagaimana berhadapan dengan tuntutan dan permintaan masyarakat (untuk lockdown)," ujar Wahidin, Senin, 30 Maret 2020.

    Wahidin mengaku ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan sebelum menetapkan status lockdown. Tak hanya persoalan ekonomi, namun juga sosial dan politik.

    "Jangan sampai menambah pengangguran baru. Kalau masyarakat menganggur, mereka mau makan apa? Ada tanggung jawab negara di situ," tegas dia.

    Alih-alih langsung menetapkan, Wahidin memilih menunggu langkah yang akan diambil oleh DKI Jakarta terkait isolasi wilayah. Sebab dari segi profesi dan pekerjaan, ketergantungan Banten terhadap Jakarta, tinggi.

    "Posisi Banten sama dengan Jawa Tengah. Misalnya soal mudik. Setiap hari orang Banten mudik (dari Jakarta). Tidak hanya dengan bus atau kereta api, mereka juga menggunakan motor, lewat jalan-jalan dan gang kecil. Ini tidak bisa dibendung," jelasnya. 

    Baca juga: Pemerintah Pusat Diminta Buka Data Zona Merah Covid-19



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id