Asosiasi PTS Malang Dukung Wacana Jam Kuliah Mundur

    Daviq Umar Al Faruq - 05 Februari 2020 10:45 WIB
    Asosiasi PTS Malang Dukung Wacana Jam Kuliah Mundur
    Wali Kota Malang, Sutiaji, saat meninjau langsung Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Lowokwaru, Kota Malang. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
    Malang: Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Malang, Dyah Sawitri, mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, memundurkan jam kuliah. Wacana ini digulirkan sebagai salah satu langkah mengurai kemacetan di Kota Malang.

    "Kami semua berpikir positif. Sesuatu yang baik itu kan ada tujuan yang baik. Kalau kami menyikapinya positif, tidak apa-apa (jam kuliah mundur)," katanya, Rabu, 5 Februari 2020.

    Dyah mengaku tak mempersoalkan wacana Wali Kota Malang Sutiaji memundurkan jam kuliah dari pukul 07.00 WIB menjadi 09.00 WIB. Termasuk dugaan Wali Kota Malang Sutiaji bahwa mobilitas mahasiswa menjadi salah satu penyebab kemacetan, seperti di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang.

    "Saran jam itu baik-baik saja karena sebetulnya kita efektifitas kuliah bisa dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB," beber Dyah.

    Rektor Universitas Gajayana (Uniga) Malang itu menilai, saran menunda jam kuliah sah saja jadi solusi mengatasi kemacetan. 

    "Karena kalau mahasiswa itu kan bisa (kuliah) sampai pukul 21.00 WIB. Sedangkan SD, SMP, SMA kan terbatas. Jadi itu baik-baik saja, saran yang bagus, masukan yang bagus. Itu akan kami perhatikan," jelasnya.

    Selain jam perkuliahan, Dyah menambahkan operasional kampus juga bisa menyesuaikan. Ia pun siap menerapkan wacana itu jika nantinya dikukuhkan sebagai salah satu kebijakan Pemkot Malang.

    "Para pejabat di lingkungan universitas bisa mengganti (operasional) jadi jam sore, yang mulanya jam 07.00-09.00 WIB diganti ke jam 13.00-15.00 WIB atau jam 15.00-17.00 WIB," pungkasnya.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sebelumnya menyatakan bakal berkoordinasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengatasi kemacetan di Kota Malang, Jawa Timur. Banyaknya mahasiswa di Kota Malang dinsinyalir menjadi salah satu sebab kemacetan.

    Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan titik yang mendapat perhatian utama yakni di Jalan Soekarno Hatta, Lowokwaru, Kota Malang. Kondisi lalu lintas di ruas itu terutama di sekitaran jembatan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

    "Salah satunya dari para rektor khususnya di perguruan tinggi yang mahasiswanya banyak mengakses jalan ini. Kami berharap agar secepatnya dapat kita lakukan rapat koordinasi untuk membahas permasalahan ini," katanya, Senin, 3 Februari 2020.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id