Pemkot Solo Tegaskan Fasilitas Puskesmas Kompeten Menangani Covid-19

    Triawati Prihatsari - 20 Mei 2020 14:58 WIB
    Pemkot Solo Tegaskan Fasilitas Puskesmas Kompeten Menangani Covid-19
    ilustrasi Medcom.id
    Solo: Fasilitas kesehatan di seluruh Puskesmas di Kota Solo dinilai cukup kompeten untuk melacak pasien positif covid-19. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan bahkan Pemkot Solo menyatakan siap jika fasilitas Puskesmas ditingkatkan menjadi Puskesmas rujukan covid-19.

    "Demi melayani masyarakat kita harus tetap siap. Toh puskesmas kita saat ini sudah lengkap fasilitasnya. Sudah menjadi ujung tombak pemilahan kategori orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP)," kata Rudy di Solo, Rabu, 20 Mei 2020.

    Baca: Warga Desa Waru Sidoarjo Tak Tahu Jenazah Terinfeksi Covid-19

    Rudy mengakui akan membutuhkan waktu jika puskesmas ditingkatkan menjadi puskesmas rujukan covid-19. Seperti sebelumnya pihaknya telah meningkatkan fasilitas di RSUD Bung Karno Solo menjadi RS rujukan korona.

    "Memerlukan waktu sekitar dua bulan untuk menyiapkannya menjadi RS rujukan covid-19. Kalau untuk Puskesmas membutuhkan waktu lebih lama lagi, terutama untuk penyiapan ruang isolasi khusus," jelas Rudy.

    Di sisi lain Kota Solo telah memiliki dua RS rujukan covid-19 yaitu RSUD Bung Karno Solo dan RSUD Ngipang. Dua RS tersebut dinilai masih mampu mengatasi pasien covid-19 warga Solo saat ini.

    Baca: Jokowi Perintahkan Fasilitas di Puskesmas Ditingkatkan

    Kota Solo sendiri memiliki 17 Puskesmas di lima kecamatan. Seluruh puskesmas telah menjalankan fungsinya mendeteksi pasien positif korona warga Solo.

    "Setiap warga yang memeriksakan diri ke puskesmas dengan gejala korona, langsung dimasukkan kategori ODP dan dilakukan pemantauan selama 14 hari. Pemantauan kesehatan ini dilakukan juga oleh petugas puskesmas," tukas Rudy.

    Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta fasilitas kesehatan di tingkat pertama ditingkatkan. Hal ini penting dalam melacak pasien positif virus korona (covid-19).

    "Ini betul-betul perlu diefektifkan, sehingga puskesmas dan jaringannya bisa diaktivasi menjadi simpul dalam pelacakan dan penelusuran kasus covid-19 yang ada di lingkungan wilayah itu," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2020.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id