Banjir Isolasi Tiga Desa di Konawe Utara

    Antara - 23 Juni 2020 13:05 WIB
    Banjir Isolasi Tiga Desa di Konawe Utara
    Beberapa rumah warga di Konawe Utara yang terdampak banjir dalam beberapa hari terakhir ini. ANTARA/ Basarnas Kendari
    Kendari: Tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih terisolasi akibat banjir sejak beberapa hari terakhir. Tiga desa itu yakni Desa Tambakua, Kecamatan Landowia; dan Desa Sambandete serta Desa Puuhialu, Kecamatan Oheo.

    "Hanya akses jalan menuju ke tiga desa tersebut yang susah dilalui karena jalan terendam banjir dengan arus air yang cukup kencang. Untuk bisa masuk ke tiga desa tersebut harus dengan rakit," kata Kabag Humas Pemkab Kabupaten Konawe Utara, Aminuddin, melansir Antara, Selasa, 23 Juni 2020.

    Dia mengungkapkan, warga masih bertahan di rumah masing-masing karena ketinggian air belum menyentuh lantai rumah mereka. Dia menegaskan, warga di tiga desa tersebut akan dievakusi, bila hujan tak kunjung berhenti.

    "Kalau kemarin Senin cuaca cukup panas sedangkan hari ini atau Selasa pada pagi hari cerah tetapi sekarang sudah mulai mendung lagi," terangnya.

    Baca: Warga Konawe Utara Terdampak Banjir Bertambah

    Jumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, mencapai 2.208 orang dari 1.185 kepala keluarga. Para pengungsi tersebar di 18 desa di enam kecamatan.

    Di Kecamatan Andowia yaitu Desa Puusuli (90 kk), Desa Puuwonua (90 kk), Desa Laronanga (88 kk), Desa Labungga (90 kk), Desa Andowia (19 kk). Kecamatan Wiwirano yaitu Desa Pondoa (70kk), Desa Lamonae Utama (30 kk), Desa Padalere Utama98 kk), dan UPT TransPadalere (85 kk).

    Kemudian Kecamatan Langgikima yaitu Desa Polora Indah (6 kk), Kecamatan Landawe yaitu Desa Tambakua (79 kk) dan Desa Landiwo (56 kk). Kecamatan Asera yaitu Desa Puuwanggudu (102 kk), Desa Alaa Wanggudu (62 kk), Desa Wanggudu Raya (76 kk), Desa Longeo Utama (88 kk), serta Kelurahan Asera (47 kk).

    Banjir di Konawe Utara akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut 13-15 Juni 2020 sehingga mengakibatkan tiga sungai meluap, yaitu Sungai Lalindu, Sungai Landawe, dan Sungai Lasolo. Banjir itu mengakibatkan satu unit masjid di Desa Puuwanggudu terendam air.

    Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 240 Tahun 2020 tentang penetapan status tanggap darurat yang berlangsung 14 hari mulai 17 Juni hingga 30 Juni 2020.

    Status tanggap darurat bencana banjir diberlakukan di enam wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Oheo, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Landawe dan Kecamatan Wiwirano.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id