Masyarakat Dinilai Sudah Paham Bencana Merapi

    Ahmad Mustaqim - 09 Juli 2020 19:43 WIB
    Masyarakat Dinilai Sudah Paham Bencana Merapi
    Gunung Merapi saat meletus freatik. (UNIT FOTOGRAFI UGM/Andyani surya)
    Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan tak perlu ada kampanye soal bahaya erupsi kepada masyarakat di lereng Gunung Merapi. Hal itu berkaitan dengan status aktivitas Gunung Merapi masih waspada sejak 2018 lalu.

    "Tak usah ada campign masalah bencana di (erupsi) Merapi. Mereka (masyarakat lereng Gunung Merapi) sudah tahu," kata Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

    Baca: Dua Perusahaan Kembali Menodai Sungai Bengawan Solo

    Sultan mengatakan masyarakat sudah bisa mengambil keputusan saat Gunung Merapi erupsi. Misalnya saat Gunung Merapi mengeluarkan magma dengan radius terbatas, masyarakat sudah memiliki pertimbangan.

    "Biar kita mengatakan bahaya, masyarakat tahu persis. Selama tidak ada hewan mengungsi, tak akan ada lava turun. Mereka juga tahu itu," jelasnya.

    Menurutnya barang berharga masyarakat sudah tak pernah disimpan ataupun terkunci di almari. Barang-barang warga sudah dikemas dan bisa diambil cepat apabila Gunung Merapi erupsi sewaktu-waktu.

    Beberapa barang yang dimaksud misalnya, surat tanah, emas, atau uang. Sejumlah barang itu akan siap dibawa jika erupsi Gunung Merapi berdampak besar.

    "Ya itu aja yang dia bawa untuk meninggalkan tempatnya kalau ada bencana yang lain ditinggal. Mereka gak usah diajari. Apalagi yang ngajari orang kota, gak ngerti. Dia yang lebih ngert. Gak usah khawatir," ucapnya.

    Ia mengatakan siklus erupsi Gunung Merapi sudah berubah. Menurutnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi dahulu bisa dilihat setiap periode empat tahunan.

    "Merapi aktivitasnya dulu empat tahun sekali. Sekarang lebih dari empat tahun, delapan tahun baru ada aktivitas. Kan wis bedo (kan sudah berbeda)," ungkapnya.

    Dalam situasi itu ia berharap pemantauan aktivitas Gunung Merapi yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengamatan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta bisa berjalan baik dan akurat. Sejumlah peralatan canggih yang terasang maupun akan dipasang bisa membantu mengurangi dampak erupsi.

    "Teknologi canggih penting untuk memperingatkan publik. Harapan saya jangan dicuri dan dirusak lagi. Itu barang penting," bebernya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id