Pemkot Surabaya Anggap Dua Mal Tak Masuk Klaster Penyebaran Covid-19

    Amaluddin, Syaikhul Hadi - 13 Mei 2020 22:50 WIB
    Pemkot Surabaya Anggap Dua Mal Tak Masuk Klaster Penyebaran Covid-19
    Ilustrasi: Medcom.id
    Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya menganggap Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza (TP) masuk dalam klaster penyebaran covid-19 (korona). Hal ini bertolak belakang dengan data 
    yang dikeluarkan Pemprov Jatim.

    Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita memastikan bahwa Pakuwon Mall dan TP tidak termasuk klaster penyebaran covid-19. Sumber penularan covid-19 bukan berawal dari Pakuwon Mall. 

    “Kalau dilihat dari hasil tracing, sumber penularannya bukan di Pakuwon, sehingga itu bukan klaster. Yang di TP malah kami enggak ada,” tegas Febria Rabu, 13 Mei 2020. 

    Menurutnya, klaster itu merupakan  pengelompokan berdasarkan sumber awal penularannya setelah dilihat dari hasil survei di lapangan, dan prosesnya berjalan terus. Selama ini, Pemkot Surabaya sudah melakukan tracing secara massif dan.

    “Nah, Pakuwon Mall itu bukan menjadi sumber awal penularan, sehingga tidak dikatakan klaster,” katanya. 

    Dia menjelaskan bahwa ketika ada pasien terkonfirmasi covid-19, maka rumah sakit yang merawatnya itu wajib melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Kemudian laporan tersebut diteruskan ke puskesmas untuk dilakukan tracing. Termasuk riwayat kontak pasien.

    “Nanti akan diketahui OTG-nya siapa saja, keluarganya, rekan kantornya dan orang lainnya. Nah, setelah itu pihak puskesmas membuat laporan epidemiologinya ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Selanjutnya, Dinkes Surabaya melaporkan kepada Pemprov Jatim dan seterusnya,” jelaasnya.

    Sementara, Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso menjelaskan kronologi awal mula kedua mal ini ditetapkan sebagai klaster penyebaran covid-19. Pada 26 Maret 2020, ada seorang marketing di Pakuwon Mall yang ditemukan positif covid-19. Seorang marketing itu sakit sejak 11 Maret lalu.

    "Marketing di Pakuwon kerjanya rutin bertemu orang. Kemudian dia sakit, onsite sakitnya tanggal 11 Maret, dan beliau sembuh," kata Kohar, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa malam, 12 Mei 2020.

    Pada kasus yang berbeda, ada orang lain yang menurutnya beraktivitas di Pakuwon Mall sejak 1 Maret dan sakit pada tanggal 13 Maret lalu. "Dia di-declare positif 24 Maret. Pada 28 Maret beliau meninggal. Yang jelas sejak 1 Maret lalu dia aktivitasnya di sana (Pakuwon Mall)," ujarnya.

    Kohar memastikan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki riwayat keluar negeri, atau daerah terjangkit selama 14 hari sebelum yang bersangkutan jatuh sakit. Kemudian tim tracing melacak lebih jauh, ternyata ada pembantu orang yang meninggal, itu juga tertular covid-19 pada 18 Maret lalu. "Nah, dia itu posisinya erat dengan yang kasus yang meninggal tadi," kata Kohar.

    Tak hanya itu, tim tracing juga menemukan satu kasus berkaitan dengan klaster Pakuwon Mall. Orang tersebut dinyatakan positif covid-19 pada 5 April lalu. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari, sebelum dinyatakan positif.

    "Dia tinggal bersama anaknya yang kerjanya di sana (Pakuwon Mall). Jadi kita proporsional saja. Ini kejadiannya pada bulan Maret, sebelum PSBB," jelasnya.

    Sementara klaster di mal Tunjungan Plaza (TP) yang merupakan bagian Pakuwon Group, juga masuk dalam 57 klaster di Jatim. Namun Kohar tidak menjelaskan lebih lanjut tentang klaster TP ini. "Kalau dalam klaster Pakuwon Mall ada empat kasus yang teridentifikasi berkaitan dengan mal tersebut, di Klaster TP ada sekitar sembilan kasus yang teridentifikasi," ujarnya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id