Antisipasi Korona, 1.188 Pendatang di Gunungkidul Dipantau

    Antara - 27 Maret 2020 08:18 WIB
    Antisipasi Korona, 1.188 Pendatang di Gunungkidul Dipantau
    Ilustrasi pendatang. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
    Gunungkidul: Sekira 1.188 pendatang tiba di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul meningkatkan pengawasan terhadap ribuan pendatang yang tiba di wilayahnya untuk mengantisipasi penyebaran virus korona (covid-19).

    "Data pendatang yang sudah kami laporkan ke Gubernur DIY Sri Sultan HB X jumlahnya sebanyak 1.188 orang," kata Bupati Gunungkidul Badingah di Gunung Kidul, Jumat, 27 Maret 2020, melansir Antara.

    Dia mengatakan pendatang mayoritas masuk ke Kecamatan Playen, Nglipar dan Semanu. Pihaknya telah membentuk gugus tugas kecamatan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona sejak kedatangan pendatang.

    "Kami juga meminta puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan untuk selalu siaga mengantisipasi pendatang atau warga yang pulang dari luar daerah," jelasnya.

    Badingah mengatakan Pemkab Gunungkidul telah menetapkan Surat Keputusan Nomor 126/KPTS/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana COVID-19 pada 23 Maret 2020. Status Tanggap Darurat Bencana COVID-19 berlaku dari 23 Maret sampai 29 Mei 2020.

    "Dengan ditetapkannya status tanggap darurat ini, anggaran tidak terduga segera bisa dicairkan. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk melengkapi kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan lainnya," jelasnya.

    Baca: Ribuan Pemudik Asal Jakarta di DIY Diawasi

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengklarifikasi informasi yang beredar terkait pasien positif covid-19 asal Ponjong. Warga tersebut dinyatakan positif pada 25 Maret 2020. Pasien tersebut kembali dari Jakarta pada 3 Maret 2020, namun saat itu tidak merasakan gejala.

    "Yang bersangkutan sempat membantu acara pernikahan tetangganya sekitar tanggal 13-15 Maret," kata Dewi.

    Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes, pasien tersebut baru mengeluhkan sesak napas pada 16 Maret 2020 dan dibawa ke RS Panti Rahayu. Selanjutnya dirujuk ke RSUD Wonosari pada 18 Maret 2020.

    Warga tersebut sempat akan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Namun lantaran kondisinya membaik, maka dipulangkan pada 21 Maret 2020 oleh RSUD Wonosari.

    Meski dipulangkan, pasien tersebut diminta melakukan isolasi diri di rumah. Pihak puskesmas juga selalu memantau pasien tersebut.

    "Barulah kemarin ada info dari Dinkes DIY bahwa pasien ini positif covid-19. Pasien ini kebetulan adalah PDP pertama di Gunungkidul," terangnya.

    Dewi mengatakan kondisi pasien tersebut tergolong sangat baik. Namun karena ada kekhawatiran ia tidak bisa menjalankan isolasi mandiri, maka pasien dijemput untuk menjalani isolasi di RSUD Wonosari.

    Sementara untuk satu PDP yang meninggal, Dewi menjelaskan pasien tersebut sempat berobat di RS Bethesda Wonosari kemudian dirujuk ke RS Panti Rapih. Namun pasien tersebut meninggal sebelum swab diambil.

    "Informasi ini juga kami dapatkan dari Dinkes DIY," ungkap Dewi.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id