Kulon Progo Kembangkan Padi untuk Cegah Stunting

    Antara - 08 Februari 2020 18:38 WIB
    Kulon Progo Kembangkan Padi untuk Cegah Stunting
    Ilustrasi: Medcom.id
    Kulon Progo: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertekad mengembangkan tanaman padi varietas IR Nutri Zinc dalam rangka mencegah kasus tubuh pendek (stunting).

    Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Aris Nugraha, mengatakan zinc sangat penting bagi ibu hamil dalam perkembangan janin, karena kekurangan zinc dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir cacat, bayi tidak berkembang dalam janin, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah.

    "Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan bahwa kekurangan zinc dapat membahayakan perkembangan bayi dan menyebabkan hasil kelahiran yang buruk," kata Aris di Kulon Progo, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Aris menjelaskan manfaat zinc untuk Ibu hamil antara lain membantu menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat, mencegah infeksi intra-uterus, membantu menyeimbangkan hormon, membantu dalam produksi plasenta, serta zinc dapat berperan untuk pembentukan otak dan fungsi DNA.

    Aris mengatakan Inpari adalah singkatan dari Inbrida Padi Sawah Irigasi, merupakan padi Inbrida yang ditanam di lahan sawah. Inbrida mempunyai arti varietas yang dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memliki tingkat kemurnian atau homozigositas yang tinggi.

    Varietas Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan zinc  rata-rata sebesar 34,51 ppm atau sekitar 8 ppm lebih tinggi daripada umumnya kandungan zinc varietas yang umum dibudidayakan petani, seperti misalnya Ciherang (24,06 ppm).

    Pada 2020 ini Dinas Pertanian dan Pangan mendapat bantuan benih sejumlah 300 kilogram dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Sukamandi di Jawa Barat yang rencananya dikembangkan di lahan seluas 12 hektare

    "Uji coba pengembangan benih varietas Inpari IR Nutri Zinc akan mulai ditanam bulan ini, hasil panenan sebagian untuk benih dan sebagian lagi akan didistribusikan ke masyarakat," jelas Aris.

    Ia mengatakan Dinas Pertanian dan Pangan telah melakukan uji coba tahap awal seluas 4.000 meter Kecamatan Kalibawang pada Desember 2019 lalu. Dari hasil uji coba menunjukkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc bisa menghasilkan 7,8 ton per hektare atau di atas rata-rata kabupaten 6,5 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP), sehingga cocok untuk dikembangkan di Kulon Progo.

    "Panen kemarin masih merupakan demontration plot (demplot) yaitu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan," ungkap Aris.

    Ke depannya hasil uji coba varietas Inpari IR Nutri Zinc seluas 12 hektare akan digunakan untuk menyuplai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) karena diyakini varietas ini memiliki kandungan nutrisi tinggi sehingga bisa menangkal stunting atau kekerdilan.

    "Harapan ke depan dengan penanaman padi varietas ini bisa menangani persoalan kekerdilan di Kulon Progo serta kelompok tani bisa jadi produsen utama benih padi ini," pungkas Aris.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id