comscore

Anak Bacok Ayah Kandung di Malang Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

Daviq Umar Al Faruq - 06 Januari 2022 18:52 WIB
Anak Bacok Ayah Kandung di Malang Diduga Mengalami Gangguan Jiwa
TKP pembunuhan/Dok. Polres Malang.
Malang: Polres Malang masih menunggu hasil dari dokter, psikiater dan tim medis dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, terkait kondisi kejiwaan Budi Cahyono, 37, warga Dusun Krajan, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebelumnya, Budi dilaporkan membacok ayahnya, Suradi, 65, dengan celurit hingga tewas. 

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara'langi, menjelaskan, nantinya hasil tersebut akan digelarkan bersama dengan tim penyidik Sat Reskrim Polres Malang. 
"Untuk pemeriksaan kejiwaan dalam artian asesmen terhadap pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, sampai dengan saat ini kami menunggu hasil dari pihak psikiater RSJ Lawang. Selanjutnya dari hasil tersebut, akan kami gelarkan dengan para penyidik," ujarnya di Polres Malang, Kamis 6 Januari 2022.

Kemudian untuk penanganan terhadap salah satu korban yang mengalami luka berat, yang juga merupakan saksi kunci dalam peristiwa tersebut, polisi masih menunggu kondisinya membaik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca: Diduga Depresi, Anak di Malang Bacok Ayah Kandung Hingga Tewas

Menurut Donny, untuk kondisi korban yang merupakan kakak kandung dari terduga pelaku juga sudah berangsur membaik, akan tetapi masih belum bisa dimintai keterangan.

"Untuk saat ini korban sendiri belum bisa kita mintai keterangan yang mengalami luka berat tersebut kami masih menunggu kondisi yang bersangkutan sampai betul-betul layak untuk kami ambil keterangan," ujarnya.

Donny menuturkan, dari awal terduga pelaku sudah ada indikasi gangguan kejiawaan sejak terduga pelaku kehilangan pekerjaan, selama kurang lebih sekitar satu tahun terakhir.
 
"Indikasinya ada karena pernah beberapa bulan yang lalu dari terduga pelaku ini pernah didatangi oleh tim medis dari Puskesmas terdekat," ungkapnya.

Kasat Reskrim juga menyampaikan, bahwa dengan kondisi kejiwaan terduga pelaku saat ini tidak menggugurkan proses hukum yang sudah berjalan.

"Untuk proses hukum tetap berjalan, karena namanya kondisi kejiwaan itu kan suatu saat bisa pulih, apabila pulih prosesnya kita lanjutkan, seperti itu. Jadi tidak menggugurkan proses hukum yang kita tangani," tegasnya.


(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id