comscore

Nasib Warga Klaten, Ditinggal Semua Tetangganya karena Tergusur Tol

Triawati Prihatsari - 26 Januari 2022 19:16 WIB
Nasib Warga Klaten, Ditinggal Semua Tetangganya karena Tergusur Tol
Sumanto, 58, satu-satunya warga RT 14 RW 5 Dusun Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi satu-satunya warga yang rumahnya tidak terdampak proyek tol Solo-Yogyakarta di kawasan tersebut.
Klaten: Nasib kesepian dialami seorang warga RT 14 RW 05, Dusun Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sumanto, 50. Pasalnya, Sumanto menjadi satu-satunya warga di RT 14 yang rumahnya tidak terkena dampak tol Solo-Yogyakarta.

Dan kini, laki-laki berprofesi sebagai petani tersebut kehilangan ratusan tetangganya setelah belasan rumah di RT tersebut dihancurkan untuk proyek tol. Ratusan tetangganya juga diketahui telah pindah ke beberapa daerah di antaranya di Delanggu, Juwiring Klaten serta Gawok, Sukoharjo.
"Dulu di sini satu RT ada sekitar 18 kepala keluarga (KK) terdiri dari ratusan jiwa. Sekarang semuanya sudah pindah, kecuali saya. Ya mau bagaimana lagi, tidak boleh merasa sedih yang penting saya masih punya rumah. Sekarang belum memiliki tetangga tidak apa-apa, ke depan pasti akan ada yang membangun di sekitar rumah saya," tuturnya, di Klaten, Rabu, 26 Januari 2022.

Diakuinya, rumah satu-satunya yang tertinggal dan tidak terkena dampak tol miliknya tersebut saat ini berfungsi sebagai tempat usaha warung makannya dan sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu. Rumah yang berada di pojok perempatan jalan tersebut terletak persis di samping proyek tol Solo-Yogyakarta yang sudah dimulai.

Sementara itu, lahan RT 14 sudah tampak diratakan dengan tanah dan siap dibangun. Satu-satunya bangunan yang tersisa selain rumah milik Sumanto adalah sebuah mushola. Namun diketahui, mushola tersebut dalam beberapa waktu ke depan juga akan dirobohkan.

"Sebelumnya kami menerima informasi terkait adanya proyek jalan tol Solo-Yogyakarta ini dalam hitungan bulan tahun 2021 lalu. Dan mau tidak mau kami (warga) harus setuju karena kalau tidak dan harus mengajukan banding, malah repot," tuturnya.

Sebelum warga pindahan, lanjut Sumanto, mereka mengadakan acara pamitan bersama. Dalam suasana tersebut dirinya sempat merasa terharu karena akan "kehilangan" ratusan tetangganya yang selama ini bersosialisasi dengannya. 

Namun demikian, Sumanto mengatakan mendapatkan ganti rugi dari proyek tol karena sawah miliknya yang berada di belakang rumah terdampak proyek tersebut. Dia mendapatkan ganti rugi Rp 625 juta untuk sawahnya seluas 980 meter persegi. Uang tersebut kemudian dia belikan sawah lainnya pengganti sawahnya yang terkena dapak tol.

Seperti diketahui, Kepala Seksi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Klaten, Sulistiyono menjelaskan, warga di 21 desa di sembilan kecamatan di Klaten yang terkena dampak tol Solo-Yogyakarta sudah menerima ganti rugi. 

"Untuk bidang tanah di 21 desa itu nilainya mencapai Rp 1,17 triliun. Yang paling banyak menerima pembayaran itu Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo karena di situ untuk lingkar susun," bebernya. 
 

(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id