Sampah di Belakang Pasar Agung Depok Dianggap Biasa

    Octavianus Dwi Sutrisno - 24 September 2019 09:58 WIB
    Sampah di Belakang Pasar Agung Depok Dianggap Biasa
    Tumpukan sampah di lahan kosong di belakang Pasar Agung, Depok, Jawa Barat. (foto: Medcom.id/Octavianus)
    Depok: Sampah masih menumpuk di belakang Pasar Agung, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Lokasi tumpukan sampah berada di lahan kosong yang cukup luas.

    Pantauan Medcom.id gunungan sampah didominasi plastik, botol bekas, dan bekas perkakas rumah tangga. Sejumlah warga menuturkan sampah kerap diangkut Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Depok, namun tidak pernah tuntas.

    "Jadi sampah itu ada lagi dan lagi. Hari ini, diangkut besok ada (lagi)," ucap Toni, warga Maliki Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin, 23 September 2019.

    Toni mengaku telah lebih dari 15 tahun tinggal di sekitar tumpukan sampah belakang Pasar Agung. Pemerintah kelurahan pun tak pernah absen mengimbau agar warga tak membuang sampah di lahan kosong.

    "Setelah diimbau jarang yang buang sampah di situ. Tapi lama-lama, muncul lagi. Sepertinya mereka buang sampah malam hari dimasukkan ke karung dan diletakkan begitu saja," bebernya.

    Toni menyebut warga sekitar lokasi pembuangan sampah juga mengaku terbiasa dengan kondisi itu. Bahkan mereka mengaku tidak ambil pusing.

    "Jadi hal yang biasa, tidak dihiraukan oleh warga juga," katanya.

    Sementara itu, Lurah Abadijaya Widiyanto mengungkapkan telah berupaya maksimal menanggulangi sampah. Ia juga berkoordinasi dengan Babinsa, Babinkamtibmas, Lembaga Pemberdayakan Masyarakat (LPM), RT, RW, hingga Dinas Kebersihan dan Penataan (DKP). Mereka telah melakukan pengerukan namun tetap saja, sampah seolah tidak pernah habis.

    "Diangkutin sudah, sampai imbauan juga dilakukan. Kami sudah berjibaku merapikan, dibuat pagar, tapi tetap saja banyak yang buang sampah sembarangan," katanya.

    Menurut Widiyanto persoalan sampah telah berlangsung lama bahkan jadi masalah klasik. Ia pun menyadari perlu perubahan sikap dan kebiasaan agar masyarakat tak lagi buang sampah sembarangan.

    "Mereka ini membuangnya sebelum subuh jadi sulit terpantau. Kadang juga bukan warga sini, jadi asal digeletakin begitu. Personel kelurahan juga minim jadi agak sulit mengawasi," ujarnya.

    Kendati demikian, ia memastikan tetap bergerak menyadarkan warga. Tak jarang dia juga memberikan peringatan dan sanksi apabila warga kedapatan membuang sampah sembarangan.

    "Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi untuk masyarakat merubah perilaku dan lebih memperhatikan masalah sampah," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id