Garuda Indonesia Komitmen Pemberantasan Narkoba Pada Awak Pesawat

    Hendrik Simorangkir - 22 Oktober 2019 21:20 WIB
    Garuda Indonesia Komitmen Pemberantasan Narkoba Pada Awak Pesawat
    Program seminar penyuluhan terhadap para karyawan Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group mengenai bahaya narkoba di Garuda City Center, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
    Tangerang: Ketua Asosiasi Rehabilitasi Narkoba Indonesia Aisah Dahlan menyebut pilot dan awak pesawat aktif rentan terpapar narkoba. Alasan utama pilot dan awak kabin lebih gampang terkena narkoba terutama jenis sabu karena jam terbang yang tinggi dan tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup.

    "Pilot kan sering kerja malam hari, bisa seharian bawa pesawat. Kalau ngantuk kan bahaya. Maka dari itu orang-orang yang bekerja di penerbangan rentan terpapar sabu untuk menambahkan staminanya," kata Aisah di Garuda City Center, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Aisah menjelaskan alasan para pilot dan awak kabin pesawat aktif rentan terpapar narkoba, karena dituntut untuk lebih berstamina saat mengantarkan penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga, lanjutnya, bukan hal yang sulit untuk pilot dan awak kabin untuk terpancing menggunakan narkotika jenis sabu.

    "Bayangkan seperti pilot yang bekerja tidak kenal waktu. Risiko tinggi menggunakan sabu karena mereka harus siaga. Bayangkan seperti pilot yang bekerja tidak kenal waktu," katanya.

    Aisah mengatakan efek dari sabu sudah kencang terdengar dapat membuat seseorang yang memakainya tetap siaga selama tiga hari tiga malam tanpa istirahat. Padahal, ia menambahkan, efek tersebut hanya berlaku awal saja dan akan berdampak negatif apabila dikonsumsi secara berlebihan.

    "Bulan pertama memang tidak ada apa-apa, masuk bulan ke dua mulai ada efek paranoid, halusinasi, curiga. Nah, itu mulai bahaya akhirnya kerja enggak, malah dia mulai naik dosis dan menimbulkan tindakan kriminal," jelasnya.

    Ia menuturkan, bukan hanya pilot namun angka menunjukan 70 persen pengguna narkoba adalah pekerja, 22 persen pelajar, dan mahasiswa delapan persen.

    "Kalau dulu yang 70 persen pelajar, kalau sekarang pekerja. Karena yang sedang marak adalah jenis anvetamin sabu bisa bisa melek sampe tiga hari," katanya.

    Menanggulangi hal itu, Ikatan Istri Karyawan Garuda Indonesia (IIKGA) menggelar penyuluhan dan pemberantasan narkoba dengan tajuk We Say No To Drugs.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, mengatakan diselenggarkannya acara tersebut untuk mencegah narkoba masuk ke keluarga pegawai Garuda Indonesia terutama pilot.

    "Narkoba itu adalah mulanya dari ketidakpedulian kita terhadap pasangan masing-masing sehingga anak kita yang ingin dekat dan ingin mendapat informasi malah mendapat informasi dari luar dan salah," ujarnya.

    Dalam upaya pemberantasan narkoba di kalangan internal, Ari mengatakan Garuda Indonesia Group telah bekerja sama denag Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak tahun 2015. Lalu pada Juli tahun 2019, Sriwijaya Air Group turut berpartisipasi dalam pembentukan kader anti penyalahgunaan narkoba, sosialisasi pengawasan lalu lintas orang, barang, dan pos yang dicurigai sebagai jalur peredaran narkoba. 

    "Selain itu, perusahaan berkala juga mengadakan pemeriksaan wajib tes urine bagi seluruh karyawan termasuk para jajaran manajerial. Apabila ditemukan karyawan yang terbukti mengonsumsi narkoba, maka kami tidak segan untuk memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

    Menurut Ari pemeriksaan urine rutin sebagai bentuk kepedulian dan keselamatan penerbangan apa lagi Garuda Indonesia adalah maskapai berpelat merah. Bahkan, lanjutnya, pemeriksaan tersebut yang diperuntukkan penangkalan pencandu narkoba sudah dilakukan sejak tes rekrutmen pilot dan pegawai Garuda Indonesia.

    "Pemeriksaan tes urine juga kami lakukan sebagai bagian dari proses rekrutmen pada tahap background check. Dengan harapan setiap individu yang bergabung menjadi keluarga besar Garuda Indonesia Group akan bersatu memberantas narkoba dan selalu mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan para pengguna jasa layanan penerbangan," pungkasnya.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id