Polisi Buru Otak Penyerangan Unismuh Makassar

    Muhammad Syawaluddin - 18 Desember 2019 21:30 WIB
    Polisi Buru Otak Penyerangan Unismuh Makassar
    Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, di Makassar, Sulawesi Selatan. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
    Makassar: Setelah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyerangan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar hingga saat ini terus mengejar otak dibalik penyerangan itu. 

    "Kita sementara cari (otak penyerangan Unismuh Makassar)," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 18 Desember 2019.

    Indratmoko mengatakan, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan tersebut bukanlah otak dari penyerangan, mereka hanya ikut saat peristiwa itu. 

    Hingga saat ini pihaknya, terus mencari tahu siapa dalang dibalik penyerangan pada malam hari tersebut, dengan memeriksa terhadap tersangka maupun 11 orang lainnya yang telah dipulangkan beberapa hari lalu. 

    "Untuk identitas otak penyerangan masih kita dalami lagi," jelasnya. 

    Penyerangan diduga berawal dari adanya perbedaan dalam proses pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar. Terdapat dua calon dalam pemilihan itu.
     
    Pemilihan yang berlangsung di lantai 9 Gedung Iqra Unismah Makassar berlangsung panas. Dua calon pemimpin itu ngotot bisa duduk sebagai pimpinan.
     
    Kegiatan tahunan mahasiswa itu berakhir ricuh setelah diduga kelompok pendukung salah satu calon tersinggung dengan anggota calon lainnya. Kericuhan antar kedua kelompok itu tidak terhindarkan.
     
    Bentrokan antara dua kubu meluas hingga ke luar kampus tepatnya ke Jalan Talasalapang Raya, Kecamatan Rappocini. Informasi yang diperoleh ada beberapa korban dikabarkan terkena busur. 

    Saat kejadian 14 orang yang diduga terlibat dalam penyerangan ditangkap oleh pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar bersama personel Polsek Rappocini. Tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disangkakan dengan Undang-undang Darurat Pasal 51 dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id