Kisah Penumpang Pesawat Batik Air Mendarat Darurat

    Palce Amalo - 18 November 2019 10:42 WIB
    Kisah Penumpang Pesawat Batik Air Mendarat Darurat
    Pesawat Batik Air. Foto: Rommy Pujianto
    Kupang: Penumpang pesawat Batik Air ID-6548 mengisahkan terjadi kepanikan saat pesawat mendarat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu siang, 17 November 2019. Mulanya penumpang tak tahu sebab pesawat mendarat darurat. 

    "Pesawat mendarat dengan keras kemudian berhenti di tengah landasan dan mesin langsung mati. Sunyi, tidak ada orang di luar dan juga tidak ada pesawat lain," kata  salah satu penumpang pesawat Alexander Ena kepada Media Indonesia, Senin, 18 November 2019.

    Lewat jendela pesawat, Alexander menceritakan, bersama penumpang lainnya melihat tiga mobil pemadam kebakaran dan dua ambulans dengan kecepatan tinggi mendekati pesawat. Sekira 10 menit pesawat tidak bergerak. 

    Dia melanjutkan pesawat kemudian ditarik menuju apron, dengan kondisi mesin masih mati. Politikus Partai NasDem NTT itu mengaku saat tiba di apron tidak melihat pesawat lain.

    "Kabar yang beredar, pesawat yang ada di landasan diminta keluar," tambah Alexander.

    Dia mengaku melihat sebuah pesawat Garuda Indonesia mendarat dan parkir tak jauh dari pesawat Batik Air. Namun pesawat itu tidak menurunkan penumpang.

    Menurutnya, sekitar 25 menit, pintu pesawat Batik Air tidak dibuka, tetapi terlihat kesibukan di darat. "Ada ambulans bergerak menuju depan pesawat. Kami bertambah panik," ujarnya.

    Dia mengatakan tidak ada informasi selama penerbangan dari kru pesawat mengenai sebab pesawat mendarat darurat. Penumpang baru tahu setelah berada di ruang kedatangan, bahwa kopilot mengambil alih kendali lantaran pilot pingsan. 

    ALexander mengungkap pintu penumpang baru dibuka setelah evakuasi pikot pesawar selesai dilakukan. Sebanyak 148 penumpang dan tujuh kru bisa turun dari pesawat. 

    Pilot pesawat Airbus 320-200 CEO yang mendarat darurat, Djarot Harnanto, telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kupang. Hingga kini, pilot masih menjalani perawatan. 

    Kapolda NTT Irjen Hamidin menjenguk Djarot Harnanto pada Minggu malam. Hamidin hendak memberikan selamat, pasalnya pesawat yang dikendalikan Djarot bisa mendarat dengan selamat. 

    "Saya menyampaikan selamat karena pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan mulus dan menyelamatkan seluruh penumpang," ujarnya, pada Minggu malam, 17 November 2019, di Kupang. (ADI)

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id