Perusahaan Tambang Berlomba Penanggulangan Bencana Penerbangan - Medcom

    Perusahaan Tambang Berlomba Penanggulangan Bencana Penerbangan

    Hendrik Simorangkir - 13 Oktober 2019 12:34 WIB
    Perusahaan Tambang Berlomba Penanggulangan Bencana Penerbangan
    Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti membuka lomba menanggulangi bencana di kampus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu, 13 Oktober 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
    Tangerang: Sebanyak 21 perusahaan tambang dan mineral di Indonesia adu ketangkasan dalam menanggulangi bencana dan kecelakaan dari sisi penerbangan. Mereka akan berlomba dalam kejuaraan Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) yang ke-6 di kampus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kabupaten Tangerang.

    Ketua STPI Curug Novyanto Widadi, mengatakan akan ada delapan jenis perlombaan yang akan ditempuh 21 perusahaan tambang dan mineral. Namun, tahun ini perserta akan ditantang dengan jenis perlombaan baru yakni penanganan dan penanggulangan bencana dari sisi penerbangan.

    "Hal yang baru adalah pertandingan di bidang aviasi (penerbangan). Dimana para rescuer berhadapan dengan kecelakaan pesawat, nah ini hal baru bagi mereka," kata Novyanto di Cueug, Minggu, 13 Oktober 2019.

    Delapan jenis perlombaan yang dipertandingkan pada IFRC 2019 yakni water rescue, high angle rescue, structural fire fighting, road accident rescue, collapse structure search and rescue, firefighter combat challenge, fire fighter competency test.

    "Yang berbeda dari IFRC sebelumnya, tahun ini ditambahkan perlombaan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), karena STPI memiliki sarana untuk jenis perlombaan ARFF," jelas Novyanto.

    Menurutnya tahun 2019 merupakan ajang IFRC pertama yang diadakan di ruang lingkup kampus karena dianggap memiliki sarana dan prasanana yang mumpuni untuk perlombaan. Pada sebelum-sebelumnya IFRC selalu diadakan di wilayah pedalaman.

    "Karena fasilitas dan akses stabilitasnya cukup memadai. Kalau di tahun lalu mereka tidur di tenda semua. Kita disini punya mess dan asrama yang cukup menampung para peserta dan juri," ungkap Novyanto.

    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti mengatakan melalui IFRC dapat menggodok pengetahuan dan kemampuan setiap personel. Baik dari sisi penanggulangan bencana mau pun pencegahan bencana di tiap-tiap ruang lingkup kerjanya.

    "Skill yang dikompetisikan sangat bermanfaat untuk kita semua khususnya personel yang bertugas dalam memberikan emergency response pada saat terjadi incident dan accident, bagaimana upaya penyelamatan dan penanganan lebih lanjut," kata Hayati.

    Hayati menjelaskan selain menjadi ajang kompetisi keahlian emergency response team, kegiatan ini juga dapat memberikan edukasi tentang pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menangani kebakaran dan peristiwa darurat. 

    "Selain menjadi kompetisi keahlian para tim respon keadaan darurat, IFRC juga menjadi ajang edukasi dan kesiapsiagaan bagi semua tim dengan memperkenalkan konsep tingkat nasional dan internasional," tutur Hayati.

    Menurut Hayati perlombaan tahunan ini merupakan upaya peningkatan kesadaran atas tanggap darurat bencana di lingkungan Kementerian Perhubungan. 

    Kejuaraan tingkat nasional yang berasal dari industri pertambangan dan mineral tersebut akan berlangsung dari tanggal 13-20 Oktober 2019.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id